Sabtu, 30 Agustus 2025

Ramadan 2016

Roti Cokelat Bertabur Wijen Selalu Jadi Rebutan Jelang Ramadan, Ini Pesan Tersiratnya

Nama aslinya adalah roti gambang, karena bentuknya yang mirip dengan alat musik gambang, tapi masyarakat Semarang lebih suka dengan nama ganjel rel.

tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Kue ganjel rel saat dibagikan gratis di acara Dugderan menjelang Ramadan 2016 

TRIBUNNEWS.COM - Ganjel atau ganjal merupakan benda yang disisipkan sebagai tumpuan agar supaya tegak kukuh atau tidak timpang.

Arti lainnya, benda yang ditaruh sebagai penghalang (penahan) supaya tidak bergerak turun.

Ganjel rel berarti benda penahan rel, logam batang untuk landasan jalan kereta api atau kendaraan sejenis seperti trem dan sebagainya.

Lain lagi ganjel rel khusus Semarang, ibukota Jawa Tengah. Orang awaM dibikin tertawa. Ganjel rel di sini adalah nama roti.

Kuliner jadul khas Semarang ini boleh dikata langka, jarang yang membuatnya.

Sesuai namanya, tektur roti ini keras dan ulet. Bantuknya coklat padat, dan di atasnya ditaburi wijen.

Roti itu memang bikin sensasi sendiri, keras-alot tapi mengasyikkan.

Sejarahnya, mengutip literatur, roti ini salah satu peninggalan Belanda. Resepnya dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah.

Nama aslinya adalah roti gambang, karena bentuknya yang mirip dengan alat musik gambang, tapi masyarakat Semarang lebih suka dengan nama ganjel rel.

Roti ganjel rel selalu menjadi incaran bahkan rebutan masyarakat Semarang.

Sebanyak 8.000 potong dibagikan setiap tahunnya, yang dibuat oleh salah satu Takmir Masjid Agung Kauman Semarang saat tradisi Dugderan, festival untuk menandai dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadan.

Pembagiannya roti ganjel rel diawali oleh RM Tumenggung Aryo Purboningrat yang diperankan oleh Wali Kota Semarang.

Perayaan khas Semarang, Dugderan, ini telah dimulai sejak masa kolonial dan dipusatkan di daerah Simpanglima.

Dugderan mulai digelar pada tahun 1881 di bawah Pemerintah Kanjeng Bupari RMTA Purbaningrat. Dialah yang pertama kali memberanikan diri menentukan mulainya hari puasa, yaitu setelah Bedug Masjid Agung dan Meriam di halaman Kabupaten dibunyikan masing-masing tiga kali.

Sebelum membunyikan bedug dan meriam tersebut, diadakan upacara di halaman Kabupaten.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan