Ramadan 2019

Bulan Ramadan Bulan Ridho Dan Mahabbah Dari Allah SWT

Keajaiban dan ketakjuban senantiasa menghiasi bulan Ramadan. Kemilau indahnya menjadi sarana turunnya para malaikat ke bumi.

Bulan Ramadan Bulan Ridho Dan Mahabbah Dari Allah SWT
Grafis/Rahmandito Dwiatno
Bulan Ramadan 

TRIBUNNEWS.COM - Ramadan bulan suci, kata Nabi Saw. Rahasia kesuciannya melingkupi hampir semua lini alam semesta: makhluk langit dan bumi, hewan dan melata, tumbuh-tumbuhan; malaikat, manusia, dan Tuhan sebagai poros kesucian.

Semua elemen dalam konstelasi wujudiyah ini bersinergi dalam penyuciannya. Manusia yang diwakili Nabi Muhammad Saw, dan nabi-nabi sebelumnya sudah memulai jauh-jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadan.

Mereka membersihkan diri untuk menyambut kehadiran bulan Ramadan. Mengencangkan ikat pinggang tuk menjemput limpahan rahmat Tuhan.

Lantas, apa yang menarik dari bulan Ramadan? Rahasia apakah yang tersembunyi dari bulan itu? Dan sederet pertanyaan yang menuntut jawab lainnya.

Bagaimana tidak, di bulan itu, konon setan terbelenggu, neraka ditutup rapat, sementara surga dibuka lebar-lebar. Pada bulan itu pula, pahala ibadah dilipatgandakan, puasanya dikatakan untuk Allah, di samping ibadah lainnya untuk diri sendiri.

Tentang masalah ini, menarik untuk kita cermati pandangan seorang sufi agung, yang sekaligus disebut-sebut sebagai sulthan al-Auliya (punggawa para wali), yang tak lain adalah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (qaddasallah sirrahu, wa nafa’ana bihi wa bi ‘ulumihi fid daraini. Amin)

Berangkat dari tema majlis fi fadhail syahri ramadhan (Majlis tentang Keutamaan Bulan Ramadan) dalam kitab al-Ghunyah li Thalibi Thariq al-Haqqa Azza wa Jalla, pertama-tama Syekh al-Jailani menjelaskan secara panjang lebar mengenai tafsir puasa. Dia pun menjelaskan secara gamblang soalan syariat dan perintah puasa yang juga berlaku pada umat-umat terdahulu, terutama Yahudi dan Kristen. Ini dipantik dari diskusi tafsiran kalimat “kama kutiba alalladzina min qablikum” dalam QS al-Baqarah [2]: 183.

Dalam mengurai makna Ramadan, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani memulainya dengan penjelasan hadis dan analisis kebahasaan. Pertama-tama, dia mengutip satu hadis yang bersumber dari Ibnu Umar ra. Yang mengisahkan sabda Nabi Saw: “Kita adalah umat yang ummiy (buta huruf), kita tidak bisa menulis dan tidak pula menghitung. Satu bulan itu sama dengan begini, begini, dan begini (beliau menurunkan ibu jarinya pada kali yang ketiga), dengan mengenapkan menjadi tiga puluh.”Menurutnya, dinamakan bulan (syahr) karena putihnya. Ini terambil dari kata syahirat (putih) yang artinya keputihan (al-bayadh). Selain itu, ada pula yang mengatakan: pedang itu tampak putih kemilau (syahirat) ketika terhunus; bulan terlihat terang keputihan saat kemunculannya.[1]

Bertolak dari pengertian ini, Syekh Abdul Qadir al-Jailani melanjutkan pembahasan tentang perbedaan makna Ramadan. Sebagian mengartikan dan memaknai Ramadan sebagai nama Allah SWT. Ini disandarkan pada riwayat Jafar As-Shadiq yang bersumber dari ayahnya. Dia mengatakan, “Bulan Ramadan adalah bulannya Allah (Syahrullah).” Karena itulah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mewanti-wanti agar jangan sekadar menyebutkan “Ramadan” (tanpa “bulan’), tetapi hendaknya sematkan padanya kata “bulan (syahr)” sebagaimana Allah menyematkannya di dalam Alquran dalam firman-Nya “syahru ramadhan (bulan Ramadan).” Demikian penjelasan dari Anas bin Malik ra.

Adapun dinamakan Ramadan karena di dalamnya terjadi perubahan sehingga cuaca menjadi panas, sehingga bebatuan pun memanas. Al-Khalil mengatakan bahwa Ramadan diambil dari ar-ramdhu, yang artinya hujan yang turun di tengah musim gugur. Maka pada bulan Ramadan tubuh-tubuh dibersihkan dan disucikan dari berbagai keburukan, dan hati disucikan agar menjadi suci. Lebih jauh dari makna-makna di atas bahwa pada bulan itu hati manusia dikeluarkan dari panas lewat nasihat dan pemikiran tentang urusan akhirat, layaknya mengangkat bebatuan dan kerikil dari panasnya matahari.[2]

Halaman
12
Editor: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved