Breaking News:

Eksklusif Tribunnews

Perahu Nabi Nuh Terhimpit Apartemen

Jarak dari gapura menuju masjid sekiranya 100 meter dengan waktu tempuh sedikitnya 5 menit berjalan kaki. Siang hari di bulan Ramadan

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana Masjid Agung Al-Munada Baiturrahman atau yang dikenal dengan Masjid Perahu di Jalan Casablanca, Menteng Dalam, Jakarta, Selasa (28/4/2020). Masjid yang dibangun oleh KH Abdurrahman Massum tahun 1962 itu memiliki ciri khusus yaitu adanya bangunan berbentuk perahu di samping masjid yang digunakan untuk berwudhu dan adanya Al Quran raksasa berukuran 2 meter x 1 meter dengan ketebalan 30 sentimeter yang dikelilingi 16 batu giok koleksi sang pendiri masjid. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Hal lain yang istimewa dari Masjid Agung Al-Munada Baiturrahman yaitu keaslian bentuknya yang dipertahankan sejak pertama dibangun. Bila ada renovasi, hanya perbaikan pada properti masjid yang rusak.

Selain itu, di bagian dalam masjid terdapat sebuah Alquran terbuat dari kayu jati. Quran tersebut berukuran 2 x 1 meter, dengan tebal mencapai 30 cm dan dikelilingi 16 batu giok.

Baca: Suara Ribut Mendadak Hilang, Esoknya Jasad Suami Istri di Bekasi Ini Ditemukan Berdekatan

Sang pemilik masjid, lanjut Yono, mengoleksi batu giok terinspirasi dari hadist."Alquran dari kayu jati itu sudah ada di sini sejak tahun 80-an. Batu-batu itu juga dipilih karena pendiri masjid ini suka mengoleksi, terinspirasi dari surat Arrahman yang membahas soal batu permata dan marjan," ungkap Yono menjelaskan.

Selain itu di sekitar mimbar, tempat imam masjid berpijak, terdapat sejumlah ukiran khas Jepara. KH. Abdurrahman Masum berdarah Banten dan Cirebon. Namun, diungkap Yono bahwa semasa hidupnya, KH. Abdurrahman kerap ke Jepara.

Baca: Pasti Jatuh Cinta Sejak Suapan Pertama dengan Resep Udang Taoco Ini! Cocok untuk Menu Buka Puasa

"Di mimbar, tempat pijakan imam ada batu akik jenis black oval. Kita pengurus masjid tidak tahu dari mana saja asal batu-batu tersebut," kata Yono.

Di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jakarta, Masjid Agung Al-Munada Baiturrahman sepi pengunjung. Aktifitas salat tarawih berjamaah ditiadakan sampai waktu yang belum ditentukan.

Orang-orang yang mengunjungi Masjid Agung Al-Munada Baiturrahman hanya para pengurus masjid dan para pekerja yang kantornya berada di sekitar masjid. Aktifitas peribadatan dilakukan di rumah masing-masing.

Baca: Jokowi Bagikan Sembako untuk Ojol dan Warga, Istana Sebut Bentuk Empati, Presiden PKS Beri Komentar

Hal itu tercermin dari apa yang disaksikan Tribun saat waktu Salat Dzuhur tiba. Di mana jemaah yang hadir ke Masjid Agung Al-Munada Baiturrahman sangat sedikit.

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved