Breaking News:

Ramadan 2021

Ketua Umum PP Muhammadiyah Imbau Warga Tak Mudik: Mudik Tambah Rantai Penularan Covid-19

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau masyarakat luas untuk menaati pelarangan mudik sebagai bentuk empati pada nekes.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
MUDIK LEBIH AWAL - Calon penumpang memadati Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/4/2021). Terkait adanya larangan mudik oleh pemerintah, sejumlah warga mengakalinya dengan mudik lebih awal untuk menjalani tradisi munggah yakni menjalani pekan pertama puasa ramadan di kampung bersama keluarga besarnya, setelah itu mereka kembali lagi ke Jakarta dan merayakan lebaran di ibukota. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengimbau masyarakat luas untuk menaati peraturan pelarangan mudik.

Imbaun itu disampaikan Haedar di Yogyakarta, Senin (12/4/2021). 

Seperti dilansir laman resmi PP Muhammadiyah, Haedar berpesan, tidak mudik adalah sikap tanggung jawab sosial.

Sekaligus tanggung jawab moral dan wujud dari kesalehan diri dalam memahami agama.

"Karena belum memungkinkan dan sesuai dengan kebijakan pemerintah, sebaiknya warga tidak perlu mudik di tahun ini."

"Apalagi bila mudik itu kemudian kita menjadi tidak disiplin dan menambah rantai penularan Covid-19," ujar Haedar.

Baca juga: 5 Pesan Ketua Umum PP Muhamadiyah Haedar Nashir dalam Menjalani Puasa Ramadhan

Baca juga: Kisah Haedar Nashir 10 Tahun Jadi Wartawan dan Sempat Kena Tipes Selama Setahun  

Haedar menyebut, masyarakat harus berempati kepada tenaga kesehatan yang masih berjuang di rumah sakit dan relawan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Kita perlu berempati dan bersimpati kepada keluarga-keluarga yang telah ditinggal oleh orang-orang tercinta."

"Semuanya itu bentuk kebaikan kita terhadap kehidupan sesama," jelas Haedar.

Selain berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir, Haedar juga menyebutkan untuk terus berikhtiar terhadap doa tersebut.

Halaman
123

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Penulis: Triyo Handoko
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved