Ramadan 2025
Doa Buka Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Amalan Sunnah yang Baik Dilakukan saat Berbuka
Berikut bacaan doa berbuka puasa, lengkap dengan anjuran amalan sunnah yang bisa dikerjakan ketika berbuka puasa Ramadhan.
Penulis:
Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Simak bacaan doa berbuka puasa Ramadhan, lengkap dengan amalan sunnah yang dianjurkan ketika berbuka puasa.
Pada saat bulan Ramadhan, umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa serta memperbanyak ibadahnya.
Puasa Ramadhan adalah kegiatan ibadah menahan diri dari nafsu, mulai dari saat fajar hingga berbuka atau pada saat terbenamnya matahari di bulan Ramadhan.
Sebelum berbuka puasa, ada baiknya kita membaca doa berbuka puasa terlebih dahulu.
Doa Buka Puasa Ramadhan
Doa buka puasa ini dibacakan sebelum berbuka puasa atau dibacakan ketika adzan Maghrib berkumandang.
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin
Artinya:
"Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih."
Baca juga: Empat Tips Jaga Kesehatan bagi Pasien Masalah Paru dan Pernapasan saat Puasa
Rukun Puasa
Dikutip dari buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah oleh Muhammad Syukron Maksum, dijelaskan bahwa rukun berpuasa sebagai berikut.
a. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
b. Berniat agar setiap manusia dapat memperoleh apa yang diniatkan, niat berpuasa biasanya dilakukan sebelum fajar dengan mengucapkannya.
Syarat Sah Berpuasa
Mengutip dari kotapekalongan.kemenag.go.id, inilah syarat sah menjalankan ibadah puasa:
1. Islam, baligh (dewasa)
Hanya umat yang beragama Islam dan sudah dewasa yang diwajibkan melaksanakan puasa Ramadhan.
2. Berakal
Artinya bagi orang gila, penyandang epilepsi tidak diwajibkan melaksanakan puasa Ramadhan.
3. Mampu secara fisik
Orang yang tidak mampu melaksanakan puasa Ramadhan dikarenakan sakit atau dikarenakan memang benar-benar lemah fisik (dalam arti, apabila dipaksakan berpuasa bisa timbul risiko yang sangat besar, seperti sakit parah atau menimbulkan kematian), maka tidak diwajibkan melaksanakan puasa Ramadhan.
4. Suci dari haid dan nifas
Bagi wanita yang sedang datang bulan atau menstruasi dan yang sedang dalam keadaan nifas tidak diwajibkan melaksanakan puasa Ramadhan.
Akan tetapi, dia wajib untuk qadha atau mengganti puasa dikemudian hari.
5. Mumayyiz
Bagi mereka yang sudah dapat membedakan antara yang baik dan buruk.
Amalan Sunnah Ketika Berbuka Puasa:
Dikutip dari laman Kemenag.go.id, berikut ini penjelasan mengenai amalan sunnah ketika berbuka puasa Ramadhan, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW:
1. Menyegerakan Berbuka Puasa
Rasulullah SAW bersabda: "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari No 1957 – Muslim No1098).
2. Buka Puasa dengan Kurma
Rasulullah SAW berpesan: "Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih." (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan Hari Ini Denpasar, Sabtu 1 Maret 2025
3. Berdoa Sebelum Berbuka Puasa
Ketika berbuka puasa, Rasulullah SAW berdoa: "Dhahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)." (HR. Abu Daud No 2357, Hasan).
4. Berdoa Ketika akan Berbuka Puasa
Berbuka puasa adalah salah satu dari sekian banyak waktu mustajab atau terkabulnya do’a.
Umat Islam agar tidak melewatkannya saat berdoa.
Tentunya akan lebih baik lagi jika berdoa dengan doa-doa sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dalam sebuah hadis dijelaskan: "Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW: 'Ada tiga orang yang tidak akan tertolak doanya, yaitu: seorang yang puasa ketika sedang berbuka, seorang imam yang adil, dan do’a seorang yang terzholimi'." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).
(Tribunnews.com/Oktavia WW)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.