Jumat, 17 April 2026

Ramadan 2026

Menyambut Ramadan, Mana yang Lebih Penting: Qadha Utang Puasa Atau Meminta Maaf ke Sesama?

Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh menegaskan qadha puasa dan meminta maaf ke sesama adalah 2 hal yang penting dilakukan jelang ramadan

Tribunnews.com
MENYAMBUT RAMADAN- Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh, M.Ag menegaskan qadha puasa dan meminta maaf ke sesama adalah 2 hal yang penting dilakukan jelang ramadan 

"Maka harus diprioritaskan semua. Kalau kalau enggak diprioritaskan menurut saya itu ya bahaya itu. Kita itu seperti menyepelekan Allah SWT," tegas Ahmad.

Baca juga: Bagaimana Cara Qadha Puasa Ramadan Jika Lupa Berapa Jumlah Utang Puasanya?

Mana yang Harus Didahulukan?

Selanjutnya, soal mana yang sebenarnya harus didahulukan antara membayar utang puasa dan meminta maaf ke sesama muslim, Ahmad menjawab itu bukan pilihan, karena semua harus diselesaikan.

Namun jika tidak mampu menyelesaikan semua, maka bisa lebih dulu menyelesaikan urusan sesama manusia.

Karena jika kita memiliki masalah dengan sesama manusia, penyelesaiannya tak cukup dengan hanya istighfar dan melakukan taubat.

Kita harus bisa benar-benar meminta maaf dengan tulus kepada orang-orang yang kita sakiti.

Agar nantinya di bulan ramadan kita bisa menjalani dengan kondisi hati yang suci dan bersih kembali.

Baca juga: 50 Kata-Kata Maaf Jelang Puasa Ramadhan 2026 Penuh Makna Mendalam

"Kemudian saya ditanya mana yang didahulukan? Apakah saya harus menemui orang-orang dan beri silaturahmi menyelesaikan ini itu semua? Saya bilang itu bukan pilihan. Selesaikan semuanya."

"Meskipun kalau tidak mampu selesaikan semuanya ya yang itu urusan hablum minannas (hubungan sesama manusia) itu kan urusan anak Adam ya. Haqqul Adami, kewajiban sesama manusia."

"Kewajiban sesama manusia itu enggak bisa diselesaikan dengan istighfar dan taubat. Harus betul-betul dimintai maaf dan dilepaskan."

"Sementara kalau yang urusannya dengan Allah SWT yang hablum minallah, yang Haqqullah, maka kan sebetulnya itu kemudian bisa ditunda. Dalam konteks yang seperti itu. Barangkali pertanyaan itu muncul," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Baca berita lainnya terkait Ramadan 2026.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved