Ramadan 2026
Amankah Olahraga Lari saat Puasa? Ini Waktu Terbaik dan Strategi agar Tetap Fit
Olahraga lari saat puasa aman bagi orang sehat jika dilakukan dengan waktu, intensitas, dan hidrasi yang tepat.
Selain itu, waktu menjelang berbuka juga cukup ideal untuk lari ringan berdurasi 15–30 menit.
Setelah selesai, tubuh bisa segera mengganti cairan saat berbuka.
Sementara itu, lari setelah sahur masih memungkinkan, tetapi risikonya lebih tinggi karena tubuh akan menahan cairan lebih lama sepanjang hari.
Intensitas Lari
Dari sisi intensitas, Agil menyarankan agar lari dilakukan pada level ringan hingga sedang.
Pada intensitas ringan, napas tetap teratur, tubuh terasa nyaman, dan masih bisa berbicara dalam kalimat panjang.
Sedangkan pada intensitas sedang, napas mulai lebih cepat namun masih terkendali, dan hanya mampu mengucapkan beberapa kata saat berbicara.
"Olahraga harus dihentikan jika muncul rasa lemas, mual, pusing, gemetar, atau sangat haus karena itu bisa menjadi tanda dehidrasi dan penurunan gula darah," jelasnya.
Strategi Hidrasi yang Tepat
Menurut Agil, strategi hidrasi menjadi kunci utama agar tubuh tetap fit.
Pola minum 4–2–2 dinilai efektif untuk memenuhi kebutuhan cairan harian, yaitu empat gelas saat berbuka, dua gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Ia juga menambahkan, penelitian di Inggris menunjukkan bahwa minum air dalam jumlah besar sekaligus saat sahur tidak dianjurkan karena cairan akan cepat dikeluarkan melalui urine.
Oleh karena itu, minum sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disertai makanan.
Selain mencukupi cairan, menjaga kualitas tidur juga penting.
"Studi menunjukkan durasi tidur ideal berkisar 7–9 jam per hari, atau dapat disiasati dengan tidur malam 4–5 jam yang dilengkapi tidur siang," paparnya.
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jogging-Track-di-Solo-Square-Mall.jpg)