Kamis, 4 Juni 2026

Ramadan 2026

Tips Jaga Lisan dan Jari di Media Sosial Saat Bulan Ramadan: Hindari Ghibah dan Pertemanan Toxic

Menjadikan media sosial jadi sarana menyebarkan kebaikan juga dapat memberikan dampak positif, tak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain..

Tayang:
Editor: willy Widianto
Dok Rumah Zakat/Dok Rumah Zakat
TANYA USTAZ - Ustaz Rikza Maulan LC, M.Ag yang juga Dewan Pengawas Syariah Rumah Zakat saat siniar di kantor Rumah Zakat, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin(16/2/2026). Saat siniar Ustaz Rikza menyebut puasa tidak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga perkataan lisan dan menjaga jari di media sosial serta menghindari ghibah. 

Media sosial dapat menjadi sarana dakwah dengan membagikan doa, zikir, pengingat ibadah, hingga pesan motivasi Ramadan. Mengajak orang lain kepada kebaikan juga dapat menjadi ladang pahala.

3. Mengurangi Komentar Negatif

Perdebatan yang berujung pada emosi dan konflik sering kali terjadi di media sosial. Mengurangi komentar negatif dapat membantu menjaga ketenangan hati sekaligus menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat.

4. Memperbanyak Zikir dan Tilawah

Mengisi waktu luang dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, serta beristigfar dapat membantu mengalihkan perhatian dari aktivitas digital yang kurang bermanfaat.

Hindari Pertemanan Toxic

Selain menjaga ucapan dan tulisan, lingkungan pertemanan juga berperan besar dalam menjaga kualitas ibadah. Lingkar pertemanan yang dipenuhi gosip, konflik, dan konten negatif dapat memengaruhi perilaku seseorang, termasuk dalam aktivitas di media sosial.

Karena itu, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk lebih selektif dalam memilih komunitas, grup percakapan, hingga akun media sosial yang diikuti. Mengikuti lingkungan yang positif dapat membantu meningkatkan semangat ibadah dan menjaga konsistensi dalam berbuat kebaikan.

Sebaliknya, pertemanan yang bersifat toxic berpotensi menjerumuskan seseorang pada kebiasaan negatif yang dapat mengurangi makna puasa.

"Jangan sampai kita punya circle yang itu toxic buat amal saleh kita gitu ya. Jadi carilah circle yang itu menjadi kebermanfaatan yang yang luas bagi kita ya. Kalau misalnya apa namanya kita berteman dengan orang yang tidak baik, kata Nabi, "Al muslimu miratu akhi." Jadi, teman-teman kita itu adalah cerminan dari diri kita sendiri. Seorang muslim adalah cerminan dari muslim yang lain. Kalau kita ingin melihat siapa diri kita, coba kita perhatikan siapa teman kita," ujar Ustaz Rikza Maulan.

Momentum Perbaikan Diri

Ramadan bukan hanya ibadah ritual tahunan, tetapi juga momentum untuk memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh. Dengan menjaga lisan, mengontrol aktivitas digital, serta memilih lingkungan pertemanan yang sehat, umat Muslim dapat menjalani Ramadan dengan lebih bermakna.

Baca juga: Anaknya Jadi Tahanan Kota Jelang Ramadan, Ibunda Delpedro: Bisa Puasa Pertama Bersama Pedro

Menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan juga dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Dengan demikian, puasa tidak hanya menahan diri secara fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas spiritual dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

"Jaga lisan kita, jaga tangan kita, jadikan lisan dan tangan kita di bulan Ramadan ini agar menghasilkan pahala yang berlimpah, bukan menghasilkan dosa yang melimpah," tutup Ustaz Rikza Maulan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved