Jumat, 10 April 2026

Ramadan 2026

Puasa Ramadan, Jalan Tol dari Allah Bagi Hambanya untuk Jadi Orang Bertakwa

Sebagaimana disebutkan di surat Al Baqarah ayat 183, puasa diwajibkan bagi orang beriman agar mendapatkan kedudukan takwa.

Penulis: Guruh Putra Tama
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TADARUS - Umat Islam membaca (tadarus) Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (22/2/2026). Umat Islam memanfaatkan waktu puasa dengan memperbanyak ibadah salah satunya dengan tadarus Al Quran guna menambah amalan dan pahala selama bulan suci Ramadan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Melalui Al Qur'an, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan petunjuk bagi umat Islam menjalankan puasa yang lebih sempurna.

Salah satu hal utama yang ditekan saat menjalankan puasa adalah hawa nafsu.

"Apa-apa saja yang Allah inginkan dari kita, itu keterangannya ada di wahyu. Wahyu memiliki musuh, yaitu nafsu, yaitu keinginan kita," kata Ustadz Rizky.

"Apa keinginan kita itu, seperti makan, minum, tidur, bicara, dan lain sebagainya," sambungnya.

Setiap harinya, wahyu dan nafsu selalu bertabrakan pada diri kita.

Di situlah fungsi iman yang ada pada umat Islam.

Iman membuat umat Islam bisa condong melaksanakan wahyu dan menekan nafsu yang ada dalam diri.

Kaitannya dengan puasa, utamanya orang-orang bisa menahan diri dari makan, minum, ghibah, dan tindakan tak bermanfaat lainnya.

Puasa juga menjadi sarana pendidikan dari sang Pencipta agar hambanya tak larut dalam hawa nafsu masing-masing.

"Di bulan diturunkannya wahyu, hawa nafsu itu dihinakan, sehina-hinanya. Mau makan nggak boleh makan, mau minum nggak boleh minum," ucap Ustadz Rizky.

Siapapun yang pada akhirnya bisa menghinakan hawa nafsu tersebut akan mendapatkan gelar takwa yang dijanjikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala melalui firmannya di surat Al Baqarah 183.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Ramadan di Kabupaten Mamuju Hari Ini, Senin 23 Februari 2026

Definisi Takwa

Lantas, apa yang dimaksud dengan takwa sebagaimana disebutkan di Al Baqarah 183?

Ustadz Rizky menjelaskan takwa adalah mengerjakan ketaatan, meninggalkan kemaksiatan, dan bertaubat saat berbuat salah.

Sebagaimana disebutkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat Ali Imran, surat ketiga di dalam Al Qur'an, ayat 135.

'Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak menunaikan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui'

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved