Selasa, 14 April 2026

Ramadan 2026

Budaya Instan Bikin Otak Tak Sabar? Puasa Dinilai Ampuh Latih Kontrol Diri dan Emosi

Puasa bukan sekadar menahan lapar. Latihan ini bantu reset dopamine, perkuat kontrol diri, dan bikin emosi lebih stabil di era serba instan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
National University of Singapore
ILUSTRASI PUASA - Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari RSUP Surakarta, dr. Indah Puji Handayani, Sp.KJ, M.Gizi, menilai puasa justru menjadi momen penting untuk melatih ulang kontrol diri dan kesadaran di tengah derasnya budaya instant reward 

Ringkasan Berita:
  • Di tengah budaya serba instan, puasa dinilai menjadi latihan efektif untuk memperkuat mindfulness dan self-control 
  • dr. Indah Puji Handayani dari RSUP Surakarta menyebut puasa membantu otak mengaktifkan prefrontal cortex, melatih penundaan respons, serta menyeimbangkan sistem dopamine 
  • Dampaknya, emosi lebih stabil, keputusan lebih matang, dan perilaku sosial lebih adaptif
 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di era modern, hampir semua hal bisa didapat dalam hitungan detik. 

Ingin kopi, tinggal pesan. Ingin hiburan, cukup sentuh layar. Tanpa sadar, pola hidup ini membentuk kebiasaan serba instan yang berdampak pada cara kerja otak.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari RSUP Surakarta, dr. Indah Puji Handayani, Sp.KJ, M.Gizi, menilai puasa justru menjadi momen penting untuk melatih ulang kontrol diri dan kesadaran di tengah derasnya budaya instant reward.

Menurutnya, puasa berkaitan erat dengan mindfulness dan self-control, dua hal yang sangat relevan dalam kehidupan modern.

Mindfulness Bukan Sekadar Tren, tapi Sikap Sadar Penuh

Istilah mindfulness memang sedang tren. Namun secara konsep, mindfulness adalah sikap untuk terhubung sepenuhnya dengan kondisi saat ini atau present moment.

“Mindfulness itu sebenarnya kalau didefinisikan itu semacam sikap. Sebuah sikap di mana seseorang itu lebih untuk terhubung dengan kondisi saat ini atau present momentnya,"ungkapnya pada live streaming Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Ketua IDAI Jelaskan Gizi Balita saat Masa Bencana, Mi Instan Boleh Dikonsumsi?

Mindfulness berarti memberi perhatian penuh pada apa yang sedang dialami, baik secara fisik maupun emosional, tanpa penghakiman. 

Saat puasa, sensasi lapar, haus, atau lemas menjadi pengalaman yang disadari sepenuhnya.

Seseorang bisa melakukan body scanning, menyadari napas, merasakan sensasi di tubuh, hingga mengenali bunyi perut tanpa langsung bereaksi. 

Proses ini membuat seseorang belajar mengobservasi, bukan menghakimi.

Ketika rasa lapar muncul, ia tidak langsung berpikir negatif atau impulsif. Ia mengakui, “Ada rasa lapar,” lalu memprosesnya secara sadar.

Puasa Aktifkan Prefrontal Cortex dan Latih Self-Control

Dalam kondisi sadar tersebut, sensasi yang muncul akan diproses di bagian otak bernama prefrontal cortex, yaitu pusat pengambilan keputusan dan kontrol diri.

Alih-alih langsung bereaksi, otak diberi waktu untuk mempertimbangkan pilihan: makan sekarang atau menunggu waktu berbuka. Proses inilah yang melatih fleksibilitas kognitif.

“Karena dari latihan-latihan seperti itu, orang akan lebih sadar dengan kondisinya yang terjadi. Juga menunda untuk langsung bereaksi,"lanjutnya. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved