Rabu, 29 April 2026

Ramadan 2026

Fadhilah Puasa Hari ke-17 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Pahala Keutamaan dan Doa Nuzulul Quran

Fadhilah Puasa hari ke-17 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT akan mengampuni orang berpuasa dan orang tua hingga kakek dan nenek buyut orang tersebut.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
FADHILAH PUASA RAMADHAN - Umat Muslim membaca Al-Quran saat menjalankan ibadah puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta. Fadhilah Puasa hari ke-17 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT akan mengampuni orang berpuasa dan orang tua hingga kakek dan nenek buyut orang tersebut. 

Menurut pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Keutamaan Puasa hari ke-17 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT akan mengampuni orang berpuasa dan orang tua hingga kakek dan nenek buyut orang tersebut.

Allah SWT menyatakan: "sungguh Aku telah mengampuni mereka dan bapak-bapak mereka, Aku akan lindungi mereka dari azab hari kiamat." 

Orang yang menunaikan puasa hari ke-17 Ramadhan 1447 H diberi pahala sebanyak para nabi.

Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.

Dalam riwayat dikatakan:

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي

Artinya: Allah berfirman: Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Ahmad dikatakan:

قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya: “Allah ‘azza wa jalla berfirman : ‘Setiap amalan adalah sebagai kafarah/tebusan. Kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Ahmad)

“Puasa mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain, yang mungkin sedang kesulitan atau membutuhkan bantuan,” ujarnya dikutip dari UMS, Sabtu (7/3/2026).

"Ini adalah salah satu cara untuk membangun kebersamaan dalam kehidupan sosial, sekaligus melatih untuk lebih peduli terhadap sesama," tambahnya.

Bacaan Doa Hari ke-17 Ramadhan 1447 H

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْهِ لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ وَاقْضِ لِي فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَالأَمَالَ يَا مَنْ لَا يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِينَ

Latin: 

Allahummah dinî fihi lishalihil a'māli waqdhi li fihil hawaija wal âmâla yâ man lâ yahtāju ilat tafsîr was suāli yâ âliman bimâ fi shudūril 'alamîn shalli 'ala muhammadin wa alihith thâhirîn

Artinnya: Ya Allah anugrahilah aku di bulan ini untuk bisa berperilaku yang baik dan kabulkanlah semua hajat dan keinginanku. Wahai yang tidak memerlukan penjelasan dan pertanyaan. Wahai yang Maha mengetahui apa yang ada di dalam alam ini. Anugrahilah shalawat dan salam bagi Muhammad dan keluarganya yang suci.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved