Kirab 1 Sura Mangkunegaran Solo
Kasunanan Yakin Bom Bukan Untuk Ganggu Perayaan
Pihak Keraton meyakini, bila bom itu tidak dimaksudkan untuk mengganggu serangkaian ritual dalam rangka satu sura
TRIBUNNEWS.COM, SURAKARTA -- Bom yang ditemukan di areal Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (7/12/2010) ditanggapi dingin. Pihak Keraton meyakini, bila bom itu tidak dimaksudkan untuk mengganggu serangkaian ritual dalam rangka satu sura, yang digelar sejak kemarin hingga dini hari besok.
“Kami yakin, bom itu tidak dimaksudkan untuk kami, termasuk untuk mengganggu acara ini (Satu Sura),” ujar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Edy Wirabumi kepada Tribun Jogja di Surakarta, Selasa (7/12/2010).
Keyakinan itu lantaran sampai detik ini pihak keraton sama sekali tidak pernah punya masalah dengan siapapun. Jadi, tidak ada alasan untuk mengkaitkan penemuan bom itu dengan Keraton apalagi acara perayaan satu sura. “Kami merasa tidak punya musuh," kata Edy.
Bahkan, pria yang siang tadi mengenakan baju batik biru ini mengakui baru pertama kali ini ada bom atau bentuk ancaman kongkret di kompleks kraton.
"Kalau sekadar ancaman lewat telepon, kami pernah mendapatkan. Itu waktu pengangkatan dulu," katanya.
Saat ditanya kemungkjinan pihak yang mungkin meletakkan bom tersebut, ia tidak memberikan jawaban pasti. "Kalau ada yang suka (meletakkan bom, red) bisa dikira-kira sendiri lah," katanya sambil tersenyum lebar.
Dalam kesematan itu, Edy juga menjamin bila pelaksanaan perayaan satu sura nanti malam akan tetap berjalan lancer tanpa ada gangguan yang berarti. Hal itu diyakini, karena pihaknya telah mendapatkan jaminan penuh dari pihak kepolisian.
"Untuk keamanan kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisia. Sekitar 2.000 petugas telah diturunkan dari pagi tadi hingga ritual selesai," katanya. (*)