Kontroversi Gelar Raja Batak
Aksi Demo Warga Batak tak Dikawal Ketat Polisi
Pendemo membawa atribut berupa spanduk, baleho, toa dan menggunakan enam buah angkutan umum.
Tayang:
Editor:
Harismanto
Laporan Wartawan Tribun Medan/Irwansyah Putra Nasution
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Aksi demo penolakan pemberian gelar raja batak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, oleh sekitar seratusan orang dari Persatuan Muda Mudi Batak (PMMB) Sumut, Senin (17/1/2011), sekitar pukul 10.30 di bundaran majestik Medan, berjalan tertib.
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Aksi demo penolakan pemberian gelar raja batak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, oleh sekitar seratusan orang dari Persatuan Muda Mudi Batak (PMMB) Sumut, Senin (17/1/2011), sekitar pukul 10.30 di bundaran majestik Medan, berjalan tertib.
Pendemo membawa atribut berupa spanduk, baleho, toa dan menggunakan enam buah angkutan umum. Dalam aksinya pendemo tidak mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Aksi demo itu hanya dikawal delapan orang petugas yang berjaga mengamankan jalannya aksi demontrasi. Aksi penolakan berjalan tertib dan tidak membuat jalanan macet.
Rencananya, pendemo setelah menyampaikan aksi orasi di bundaran majestik akan melakukan longmarch menuju DPRD Sumut. (*)