Kontroversi Gelar Raja Batak
Demonstran Tolak SBY ke Tanah Batak
"Kami akan terus melakukan perlawanan. Horas, horas, horas adalah pemersatu bangsa Batak. Kami akan terus melakukan perlawanan," teriaknya
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Persatuan Muda Mudi Batak (PMMB) Sumatera Utara (Sumut) menolak tegas pemberian gelar Raja Batak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Massa juga menolak kehadiran SBY di Tanah Batak.
Hal itu disuarakan para aktivis PMBB ketika menggelar unjuk rasa di Medan, Senin (17/01/2011). Presiden SBY rencana ke Balige, sekitar delapan jam perjalanan darat dari Medan, antara lain, untuk meresmikan Musem Batak dan menerima gelar adat Raja Batak.
Kordinator Aksi Batler Fernando Situmorang, dalam orasinya mengatakan, TB Silalahi tidak layak menjadi orang batak karena telah melakukan eksploitasi terhadap adat batak.
TB Silalahi, mantan pejabat tinggi pemerintah, diduga berada di balik pemberian gelar Raja Batak itu, namun sejauh ini, Silalahi belum memberikan konfirmasi.
Batler menilai, pemberian gelar raja kepada SBY dilakukan elite politik untuk mencari keuntungan semata tanpa memperhatikan perasaan rakyat Batak.
Dalam orasinya, Batler mengatakan, pihaknya menolak kedatangan SBY ke Tanah Batak. Juga menolak pemberian gelar Raja Batak kepada SBY karena Presiden RI ini dianggap tidak pernah memberikan jasa bantuan kepada bangsa Batak.
"Jangan karena presiden dan punya kekuasaan (lalu) bisa melanggar dan menabrak adat istiadat di Tanah Batak," katanya.
"Kami akan terus melakukan perlawanan. Horas, horas, horas adalah pemersatu bangsa Batak. Kami akan terus melakukan perlawanan," teriaknya.