Kontroversi Gelar Raja Batak
Massa Minta DPRD Sumut Sampaikan Penolakan Gelar Raja Batak
Massa Persatuan Muda-mudi Batak, Senin (17/1/2011), meminta pihak DPRD Sumatera Utara sampaikan aspirasi ke pemerintahan pusat.
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Massa Persatuan Muda-mudi Batak Sumatera Utara, Senin (17/1/2011), melakukan aksi ke DPRD Sumatera Utara. Demo yang dipimpin Batler Situmorang ini mengusung massa seratusan orang menuntut agar pemberian gelar Raja Batak kepada Susilo Bambang Yudhoyono dibatalkan. Karena SBY dianggap tidak layak untuk menerima gelar tersebut.
Dalam aksi ini, mereka meminta pihak DPRD Sumatera Utara bisa menyampaikan aspirasi ke pemerintahan pusat. "Bagi kami TB Silalahi bukanlah orang batak, kok beraninya dia memberikan gelar Raja Batak kepada yang bukan orang batak," serunya dalam aksi tersebut.
Aksi ini juga mengusung beberapa spanduk yang menyatakan penolakan terhadap pemberian gelar tersebut. Massa juga mengenakan masker dengan gambar TB Silalahi. Dalam aksi ini juga, disampaikan, Huria Kristen Batak Toba (HKBP) juga menolak keras pemberian gelar tersebut.
Adapun tuntutan yang disampaikan dalam aksi ini diantaranya, menolak penabalan SBY menjadi Raja Batak, usut tuntas kasus jemaat HKBP Bekasi, berikan kebebasan beragama bagi kaum minoritas, cabut SKB 3 Menteri tentang kebebasan umat beragama, dan berikan hukum mati bagi kelompok-kelompok yang mendiskriminasi umat beragama.
Koordinator Humas Aksi, Oberlin Marbun mengatakan bahwa aksi ini disampaikan sebagai wujud kepedulian muda/mudi batak Sumatera Utara terhadap kelestarian budaya dan penegasan bahwa tanah batak punya budaya yang santun dan menghargai komunitasnya. (*)