Jejak Misterius di Yogya

Mahasiswa Sains Yogyakarta Mengaku Membuat Crop Circle Berbah

Entah benar atau tidak, tiba-tiba saja seorang mahasiswa asal Yogyakarta mengaku sebagai orang yang 'mendesain' crop circle di Desa Jogotirto

Mahasiswa Sains Yogyakarta Mengaku Membuat Crop Circle Berbah
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Sejumlah warga melihat pola aneh yang terjadi di areal persawahan dari puncak bukit Suru di Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (24/1/2011). Pola geometris tersebut diketahui muncul pada Minggu (23/1/2010) pagi ditengah areal persawahan yang ditanami padi dan saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang untuk mengetahu penyebab terjadinya pola tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Entah benar atau tidak, tiba-tiba saja seorang mahasiswa asal Yogyakarta mengaku sebagai orang yang 'mendesain' crop circle di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang bikin heboh masyarakat sekitar.

Dalam sebuah situs, mahasiswa tersebut mengatakan bahwa "jejak UFO" di areal persawahan tersebut dibikin oleh mahasiswa Sains MTK dan Pertanian.

Seperti dikutip situs StudentMagz.com, Selasa (25/1/2011), ide membuat crop circle itu muncul ketika dia sedang berlibur. "Dari pada pusing mikirin Gayus, mending bikin heboh aja," kata mahasiswa MIPA di sebuah kampus di Yogyakarta.

Adapun alasan lain ia membuat pola unik tersebut, yakni, ingin mempraktekan kemampuan matematika terapan dan keahlian desain, termasuk di antaranya cari sensasi.

Mahasiswa itu mengaku, pola unik yang saling simetris berdiameter 30-an meter itu ia buat bersama enam teman. Namun bagaimana cara membuat pola itu, mahasiswa ini enggan menjelaskan.

Situs StudentMagz melengkapi pengakuan mahasiswa itu dengan tautan video dari luar negeri tentang cara membuat crop circle.

Di antaranya dengan menekan tanaman pakai balok sehingga merebah satu arah.

Hingga saat ini, belum ada satu pihak pun bisa memastikan apakah itu benar jejak UFO atau hasil bikinan manusia. Jika itu hasil buatan manusia, kemungkinan padi tersebut banyak yang patah dan rusak.  

Dari pantauan Tribun, lokasi sekitar penemuan crop circle makin ramai dikunjungi warga. Police line masih terpasang di lokasi untuk menghindari warga masuk ke areal sawah.

Editor: Anwar Sadat Guna
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved