Senin, 26 Januari 2026

Negara Islam Indonesia

FUUI Bandung Sesalkan Menteri Agama Tak Anggap NII Sesat

Ketua FUUI, Athian Ali mengatakan, pernyataan Menteri Agama itu telah bertentangan dengan pernyataan Kepolisian di Mabes Polri

Editor: Harismanto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, KS Permana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Forum Ulama Umat Islam (FUUI) Bandung angkat bicara menyusul adanya pernyataan Menteri Agama, Suryadharma Ali, yang menyatakan bahwa Pesantren Al Zaytun tidak sesat.

Pernyataan Menteri Agama saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Zaytun tersebut, dinilai FUUI terlalu gegabah dan mengganggu upaya pihak yang hendak membokar kelompok NII KW 9.

Ketua FUUI Bandung Athian Ali mengatakan,  pernyataan Menteri Agama itu telah bertentangan dengan pernyataan Mabes Polri, Pesantren di Indonesia, MUI, dan Kementrian Agama Malaysia yang menyatakan bahwa Pesantren Al Zaytun adalah sesat.

"Di salah satu surat kabar yang mengutip pernyataan Menteri Agama, bahwa Pesantren Al Zaytun tidak sesat, menurut kami sangat gegabah," jelasnya kepada wartawan ketika menggelar jumpa pers di Masjid Al-Fajr, Situ Sari Cijagra, Bandung, Kamis (12/5/2011).

Selain menyesalkan, Athian juga mempertanyakan, bagaimana dengan pihak-pihak yang sudah melakukan investigasi selama bertahun-tahun terhadap pesantren tersebut, sementara di sisi lain, menteri membuat pernyataan tersebut dengan hanya melakukan kunjungan beberapa saat saja.

"Kementrian Agama Malaysia saja sudah mencium adanya gerakan NII di negara mereka. Dan menarik 111 anak yang disekolahkan di pesantren Al Zaytun untuk ditarik kembali," ujarnya, sambil menambahkan, apabila ada anak-anak yang di sekolahkan di sana, maka mereka tidak akan diakui oleh negaranya.

"Menteri Agama Malaysia saja langsung melakukan langkah untuk mengantisipasi masalah tersebut, Menteri Agama di Indonesia ini malah mengatakan pesantren itu tidak sesat," katanya heran.

Oleh karenanya, Athian Ali bersama FUUI berharap, Menteri Agama Suryadharma Ali bersedia menarik kembali pernyataan yang dinilai mengundang kontroversi tersebut. "Kita sesama orang Islam harus saling menasehati, karena itu saya juga menasehati Menter Agama tentang hal ini," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved