Kamis, 9 April 2026

Tujuh TKI asal Kalsel di Arab Saudi Diancam Hukuman Mati

Keresahan bahkan rasa takut terus membayangi keluarga H Supiani (65).

Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Mahdan Basuki/Rendy Nicko

TRIBUNNEWS.COM, AMUNTAI - Keresahan bahkan rasa takut terus membayangi keluarga H Supiani (65).

Putranya, Abdul Azis (46) saat ini mendekam di penjara Arab Saudi. Dia terancam hukuman mati.

Selain Abdul Azis, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel, Djumadi Mas Djaya, ada enam warga Banua yang mengalami nasib serupa di negara kaya minyak itu.

Mereka adalah Ahmad Zizi Hartati, M Mursyidi, Saiful Mubarak bin H Abdullah, dan Sam'ani Bin M Niyan yang tinggal di Hulu Sungai Utara (HSU). Selain itu, Aminah binti H Budi dari Tapin dan Darmawati binti H Tarjani dari Banjar.

Beberapa hari lalu, Djumadi mengaku sedang mencari keluarga para TKI itu sebagai upaya Pemprov Kalsel membatalkan hukuman mati. Selain itu, mencari keluarga korban untuk mengusahakan pemaafan.

Aziz dan empat TKI dari HSU itu dituduh bersama-sama membunuh warga Pakistan di Arab Saudi, Zubair Bin Hafid Ghul M. Darmawati dituduh membunuh sang majikan. Dan, Aminah dituduh membunuh TKI lain.

Selama beberapa hari BPost menelusuri keberadaan keluarga Aziz. Usaha itu berhasil. Ternyata orangtua dan istri Azis tinggal di Desa Sungai Turak Dalam, Amuntai Utara. Koran ini pun menemui orangtua Azis, Supiani dan Hj Hamdanah (62), serta sang istri, Hj Rusmini (42), Jumat (1/7/2011) malam.

"Rasa baganangan (rindu) dengan Utuh (panggilan Aziz). Sakit hati. Apalagi setelah mendengar kisah Ruyati dihukum pancung. Mudah-mudahan anakku tidak seperti itu," kata Hamdanah.

Dikatakan, perbuatan anaknya itu dikarenakan mengikuti ajakan teman-temannya yang mengeroyok Zubair. Pengeroyokan pada 2006 itu dilakukan karena tidak tahan terhadap perilaku Zubair yang suka memeras dan mencuri barang-barang mereka.

"Dia (Aziz) tidak bisa berkelahi," kata Hamdanah yang mengaku mendapat cerita itu langsung dari Azis melalui telepon.

Akibat pengeroyokan di dalam gedung di Sib Amir (permukiman) berjarak sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram, Makkah itu, Zubair tewas. Jenazahnya juga dikubur di dalam gedung dua lantai berisi tujuh kamar kontrakan itu.

Di gedung itu, Aziz bermukim bersama Rusmini dan lima anaknya, Hj Kamariah (24), Hj Rusdiah (22), H Rafii (19), H Zarkani (17) dan Noor Syifa (6).

Mereka tinggal di kamar di lantai atas, bersama Mursyidi dan istri dan mertuanya (seberang kamar), Ahmad Zizi dengan orangtua dan istrinya serta Syaiful Mubarak bersama istri dan adik iparnya.

"Saya tidak melihat kejadian itu karena berada di kamar bersama Rafii dan Zarkani. Saat itu saya usai menjalani operasi kaki," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved