Gubernur Kalteng Tolak Pembangunan Rel KA Kalteng-Kaltim
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menolak rencana pembangunan rel kereta api sepanjang 135 kilometer
Laporan Wartawan Tribun Kalteng, Fathurahman
TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, menolak rencana pembangunan rel kereta api sepanjang 135 kilometer yang menghubungkan Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Timur. Alasan penolakan karena dikhawatirkan pembangunannya akan membabat kawasan hutan lindung.
Rencananya, proyek tersebut dikerjakan oleh investor dari Rusia dengan nilai investasi diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat. Menurut orang nomor satu di Kalteng ini, pihaknya telah lama mengutarakan keberatan kepada pemerintah pusat, sebab saat ini Kalteng masih memfokuskan pembangunan rel kereta api untuk di dalam wilayah Kalteng.
Rel kereta yang dimaksudnya itu adalah pembangunan rel kereta api Palaci, Purukcahu Kabupaten Murungraya menuju Bangkuang Kabupaten Barito Selatan dengan panjang rel mencapai 185 kilometer untuk tahap pertama. Rencana pembangunan rel kereta api yang diinginkan oleh investor Rusia adalah jalur rel kereta api sepanjang 135 kilometer yang menghubungkan Kalteng dengan Kaltim untuk pengangkutan batu bara, seperti dikatakan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional Kementerian Perekonomian, Rizal Affandi.
Teras menilai proyek itu akan sangat merugikan Kalteng jika tetap dilaksanakan. "Saya dan Wagub Kalteng tidak akan mau dan tidak bersedia menyetujuinya. Karena sudah menjadi kesepakatan dari empat gubernur di Kalimantan untuk masing-masing membangun rel kereta api terlebih dahulu diwilayahnya," kata Teras.
Menurut Teras, Kalteng sudah melaksanakan itu. Bahkan pada 12 September 2011 mendatang, pihaknya sudah akan memperoleh pemenangnya tender proyeknya.
Teras menambahkan, pembangunan rel kereta api dari Purukcahu ke Bangkuang sepanjang 185 kilometer tersebut, nilai investasinya mencapai Rp 15 triliun hingga Rp 16 triliun. Saat ini sudah ada empat perusahaan yang ikut pelelangan tahap terakhir.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H Achmad Diran, mengakui pembukaan kawasan hutan di Purukcahu hingga ke Sungai Mahakam Kaltim itu akan memperpendek jarak tempuh untuk angkutan batu bara, sekitar 25 kilometer. Namun hutan lindung yang selama ini menjadi wilayah penyangga menghalau banjir akan turut musnah karena pembukaan jalur rel kereta api tersebut. (*)