Kapal Imigran Tenggelam
Ratusan Imigran Timur Tengah Diduga Jadi Korban Trafficking
Sekitar 25 imigran yang berhasil diselamatkan nelayan, sekitar 10 mil dari Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten
Laporan Wartawan Surya
TRIBUNNEWS.COM, TRENGGALEK - Sekitar 25 imigran yang berhasil diselamatkan nelayan, sekitar 10 mil dari Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (17/12/2011), masih menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
Sebagian dari mereka ditampung di lokasi penampungan sementara dan mendapat penanganan medis dari instansi terkait.
Seorang imigran yang berhasil selamat, Esmat Adine (25), mengatakan, seluruh penumpang kapal yang tenggelam adalah para pencari suaka politik, yang bosan dengan peperangan.
Seperti dirinya, sudah belasan tahun bosan dengan konflik bersenjata yang terus berkecamuk di negaranya, Afganistan.
Esmat sudah lama bercita-cita meninggalkan tanah kelahirannya, untuk mencari kehidupan yang layak.
Sebenarnya Esmat sempat bekerja di United States Agency for International Development (USAID), pada bagian International Relief dan Development.
Bekerja di USAID membuat dirinya bepergian ke berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Saat di Indonesia itulah dirinya bertemu dengan seseorang yang menawari untuk bekerja di Pulau Christmas, Australia.
Esmat pun meminta izin istrinya yang berada di Afganistan, untuk menerima pekerjaan tersebut. Nantinya, jika sudah berhasil Esmat bermaksud membawa sekalian istrinya.
Namun dari penelusuran polisi, para imigran ini diduga menjadi korban mafia perdagangan manusia (trafficking).
Para mafia tersebut diduga melakukan semacam promosi terhadap para imigran asal Timur Tengah dengan iming-iming hidup enak di Australia.
Banyak orang kemudian berangkat ke Jakarta dengan berbagai cara, legal maupun ilegal. Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah kapal berisi 250 imigran gelap asal Timur Tengah ditemukan tenggelam di laut, sekitar 10 mil dari Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (17/12/2011).
Sebanyak 25 orang berhasil diselamatkan sebuah perahu nelayan, dan sedikitnya sembilan penumpang tewas, serta 216 orang lainnya belum ditemukan.