Bentrok di Bima
Mahasiswa Blokir Jalan Protokol Makassar-Gowa
Sedikitnya 50 mahasiswa dari berbagai kalangan kampus di Makassar yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Editor:
Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sedikitnya 50 mahasiswa dari berbagai kalangan kampus di Makassar yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) berunjuk rasa dengan cara memblokir jalan protokol jurusan Makassar- Gowa.
Demonstrasi itu terkait kasus penembakan secara represif yang dilakukan aparat Kepolisian Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengakibatkan puluhan masyarakat setempat meninggal dunia.
Aksi ini digelar di depan Kampus UIN Alauddin Makassar, Senin (26/12/2011). Akibat pemblokiran jalan jurusan Makassar-Gowa mengakibatkan lumpuhnya arus lalu lintas meski aparat Polsekta Rappocini dan Tamalate sudah melakukan pengaturan arus kendaraan.
"Kami menuntut agar Kapolris Jenderal Timur Pradopo segera mencopot Kapolda NTB lantaran ikut terlibat dalam pembantaian warga Bima yang menewaskan 3 orang meninggal dunia,"teriak Koordinator lapangan Munawir.
Selain menuntu Kapolda NTB turun dari kursi jabatannya, mahasiswa juga menuntut agar Kapolri juga lenser dari tahtanya terkait dengan kasus pembantaian di Mesuji Sumatera Selatan, Lampung.
Aksi ini serentak dilakukan disejumlah titik di Makassar, seperti di depan Unismuh, Monumen Mandala dan Fly over Makassar.