Jumat, 15 Mei 2026

OTT KPK di Pati

Sudewo Tersangka, Warga Pati Lepas 7 Kambing dan 7 Ayam, Titip Pesan Khusus ke Presiden Prabowo

LSM Gerakan Jalan Lurus Kab Pati gelar kegiatan bernuansa simbolis dan filosofis rayakan Sudewo jadi tersangka, lepas 7 kambing dan 7 ayam putih

Tayang:
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal/Tribunnews.com
RITUAL SIMBOLIS - Massa yang tergabung dalam LSM Gerakan Jalan Lurus (GJL) menggelar acara pelepasan tujuh ekor kambing dan tujuh ekor ayam putih di Lapangan Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Pati, Minggu sore (25/1/2026). Kegiatan ini menjadi "ritual simbolis" GJL dalam menyikapi isu korupsi di Pati, khususnya terkait penetapan Bupati Sudewo sebagai tersangka oleh KPK. 

Ringkasan Berita:
  • Penetapan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka tuai reaksi beragam.
  • Teranyar, Minggu sore (25/1/2026) LSM Gerakan Jalan Lurus (GJL) Kab Pati gelar kegiatan bernuansa simbolis dan filosofis rayakan Sudewo jadi tersangka dengan melepas 7 kambing dan 7 ayam putih. 
  • LSM ini juga menitipkan pesan khusus untuk Presiden Prabowo Subianto.

 

TRIBUNNEWS.COM, PATI - Minggu sore (25/1/2026), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Jalan Lurus (GJL) Kabupaten Pati memilih menggelar kegiatan yang lebih bernuansa simbolis dan filosofis.

Mereka melepas tujuh ekor kambing dan tujuh ekor ayam.

Kegiatan ini dilangsungkan di lapangan Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati

Diketahui penetapan Bupati Pati (Nonaktif) Sudewo sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Pada Jumat lalu (23/1/2026), ribuan orang mengikuti Tasyakuran Rakyat yang diinisiasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Gerakan Aktivis Pati (GAP).

Mereka berdoa bersama, potong tumpeng, kemudian makan bersama. Ada pula yang menunaikan nazar dengan bercukur gundul dan berlari keliling alun-alun.

 

Makna Lepas 7 Sapi dan 7 Ayam Putih 

Ketua Umum LSM GJL, Riyanta, berdiri di hadapan massanya dengan pesan yang lugas namun filosofis.

Dalam sebuah acara syukuran yang ditandai dengan simbolisme tujuh ekor kambing dan ayam, Riyanta menyerukan pembersihan besar-besaran terhadap praktik korupsi di Indonesia, dimulai dari tanah Pati.

Baca juga: 2 Karangan Bunga untuk Bupati Pati Sudewo: Selamat dan Sukses Wisuda di Gedung Merah Putih

Riyanta mengawali orasinya dengan mengingatkan pentingnya kesadaran akan asal-usul kehidupan atau sangkan paraning dumadi.

Ia menekankan bahwa selama manusia masih diberi napas, maka sudah kewajibannya untuk menjadi pribadi yang baik dan tidak merugikan sesama.

"Jangan menjadi manusia yang jahat, jangan menjadi manusia-manusia yang suka memakan manusia," tegas Riyanta di hadapan para anggota GJL.

Ada pemandangan unik dalam acara tersebut, yakni kehadiran tujuh ekor kambing

Riyanta menjelaskan bahwa kambing-kambing tersebut bukanlah sekadar ternak, melainkan simbol rakyat kecil atau "wedhus gembel".

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved