Jumat, 10 April 2026

Kutai Timur Terancam Krisis Air Bersih

Tercemarnya Sungai Sangatta membuat kualitas air PDAM menurun.

Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNNEWS.COM, SANGATTA - Warga Kutim terancam krisis air bersih. Sumber air baku yang berasal dari Sungai Sangatta sangat keruh dalam dua minggu ini. Tercemarnya Sungai Sangatta membuat kualitas air PDAM menurun.

Hal tersebut diakui Direktur Utama PDAM Tuah Benua, Kutim, Adji Mirni Mawarni, saat ditemui Tribun Kaltim (Tribun Network) di kantornya, Rabu (13/6/2012).

"Standar air baku yang layak diolah itu maksimal 500 NTU, tetapi air yang berasal dari Sungai Sangatta itu kadar minimalnya saja 900 NTU," ujar Mawar, sapaan Adji Mirni Mawarni.

NTU adalah singkatan dari Nephelometric Turbidity Units (satuan kekeruhan air). Istilah yang digunakan untuk menakar kadar kekeruhan air baku olahan.

Mawar menambahkan, dalam 12 hari terakhir, kualitas air baku yang berasal dari Sungai Sangatta mencapai 3.000 NTU. "Dengan kondisi seperti itu bisa jadi kapasitas produksi kami kurangi, atau bahkan dihentikan," kata Mawar.

BACA JUGA:

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved