Minggu, 12 April 2026

Parpol Pengusung SYL Tidak Terpengaruh

memantik reaksi dari sejumlah pimpinan partai politik

Editor: Budi Prasetyo

Laporan  Reporter  Tribun Timur  Adin Syekhuddin

TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR -- Beredarnya "The Tabloid" yang menyudutkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memantik reaksi dari sejumlah pimpinan partai politik pengusung Syahrul di Pilgub Sulsel 2007 lalu dan di Pilgub Sulsel 2013 mendatang.

Para tetua partai sepakat, negative campaign adalah buruk dan sesuatu yang buruk tidak akan mendapat simpati dari masyarakat. Kecaman bertubi-tubi pun datang dari sejumlah organisasi kepemudaan di Sulsel.

Wakil Ketua Partai Damai Sejahtera (PDS) Sulsel, Alexander Pallinggi menduga ada pihak ketiga yang memanfaatkan tensi politik di Sulsel yang memang sudah panas. Pihak ketiga ini bertujuan untuk menghasut dan mengeruhkan kondisi Sulsel yang kondusif.

"Saya dan PDS tetap meyakini (cara) itu tidak dibenarkan, itu cara berpolitik yang paling buruk dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang berperangai buruk juga. Saya kira ini ulah pihak ketiga yang ingin mengeruhkan suasana," kata Alex, Selasa (17/7/2012)

"(Negative Campaign) itu tidak akan mempengaruhi (pilihan)kami, kader PDS, dan simpatisan PDS. Bagi kami, pasangan SYL-Agus tetap yang terbaik," tambah Alex.

Ketua DPP PDK Sulsel, Adil Patu menyesalkan beredarnya isu kampanye negatif yang menyudutkan Syahrul Yasin Limpo di pilgub dan cara-cara berpolitik seperti ini menurutnya sangat tidak mendidik masyarakat.

Kandidat Wali Kota Makassar ini berharap Pilgub Sulsel dapat berlangsung damai dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kearifan lokal yang ada tanpa tercederai oleh upaya negative campaign dan black campaign.

"Saya kira bukan sesuatu yang baik menyebar black campaign dan negative campaign. Bersaing secara sehat saja, hindari cara-cara yang tidak mendidik karena pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan menentukan. Saya kira masyarakat kita sudah cerdas lah," kata Adil.

Terpisah, Ketua KNPI Kabupaten Tana Toraja, Brikken Linde Bonting mengatakan sepanjang jalan raya dari Makale menuju Rantepao ditemukan sedikitnya 11 titik penyebaran "The Tabloid". Bahkan, tabloid-tabloid tersebut pun beredar di rumah-rumah warga.

KNPI Toraja telah menyampaikan "temuannya" ini secara lisan kepada kapolsel dan Dandim setempat untuk diseriusi. Sebagai Ketua KNPI Toraja, ia sangat menyayangkan model dan cara-cara seperti ini, selain sangat tidak sehat juga provokatif.

"Masyarakat memberikan tabloid itu yang mereka temukan dengan sukarela kepada kami, mereka juga sadar bahwa ini sangat provokatif menjelang pilgub," kata Brikken.

Ia pun mengaku telah menyampaikan temuannya ini kepada Bagian Pemerintahan Pemda Torut dan berpesan untuk segera menyampaikan ke masing-masing kecamatan untuk mengantisipasi penyebarannya agar tidak meluas.

"Kita tidak  mau masyarakat terprovokasi dengan hal ini, biarkan masyarakat memilih pemimpin dalam pilgub yang menurut mereka dapat membawa Sulsel lebih baik lagi dengan tidak saling menjelek-jelekkan,"

Ketua AMPG Kota Makassar, Juniar Arge pun mengatakan kader Partai Golkar dan simpatisan SYL di Pilgub tidak akan terprovokasi dengan ulah-ulah oknum yang tidak bertanggungjawab seperti itu.

Menurutnya, simpatisan dan relawan SYL di pilgub tetap akan bersaing secara sehat, mengutamakan nilai sipakatau dan silaturahim.

"Kami tidak terprovokasi, ulah seperti ini hanya akan menjadikan daerah kita menjadi bahan tertawaan oleh orang di daerah lain saja. Isu Narkoba ini sudah basi untuk menjatuhkan SYL, buktinya dalam pilkada gubernur lalu tidak berhasil," kata Juniar di Warkop Pelita, Selasa (17/7).

Ia berharap, kedepannya Panwaslu nantinya dapat lebih serius dan teliti dalam menunaikan tugasnya mendatang.

Selain menyesalkan beredarnya negative campaign juga mengutuk aksi vandalisme dan pengrusakan menggunakan benda tajam yang menimpa sejumlah alat peraga milik pasangan Sayang di beberapa titik di Kota Makassar. Seperti di Jl Bonto Lempangan, Jl Mappanyukki, Jl Monginsidi, Jl Pongtiku, dan di Ujungpandang Baru.

"Kami tidak mau menuding siapa pelakunya, tapi kami menyebut dia telah menciderai proses politik di Sulsel, kami mengevaluasi penempatan atribut penjagaan pos-pos tim sukses," kata Sekretaris AMPI Makassar, Mallombasi Hamka. (din)

Berita  Terkait :

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved