Polres Nunukan Tangani 16 Kasus Asusila Terhadap Anak

Selama periode Januari hingga Juni 2012, data terbaru Polres Nunukan menunjukkan, Polisi telah menangani 16 kasus asusila dengan korban anak

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Selama periode Januari hingga Juni 2012, data terbaru Polres Nunukan menunjukkan, Polisi telah menangani 16 kasus asusila dengan korban anak berusia antara 13 hingga 17 tahun.

Kapolres Nunukan, AKBP Achmad Suyadi melalui Paur Subbag Humas Polres Nunukan, Aiptu M Karyadi menjelaskan, dari 16 kasus tersebut keseluruhan korban merupakan anak dibawah umur.

Pada Januari tercatat 7 kasus yang diungkap dengan rincian 1 kasus pemerkosaan, 1 kasus persetubuhan dan 1 kasus cabul dengan korban anak berumur 14 tahun, 3 kasus persetubuhan yang melibatkan korban anak berusia 16 tahun dan 1 kasus persetubuhan anak dengan korban berusia 17 tahun.

Sementara Februari tercatat 2 kasus masing-masing korban persetubuhan berusia 15 tahun dan 17 tahun. Maret tercatat 3 kasus dengan rincian 1 kasus pemerkosaan dengan korban berumur 12 tahun, 1 kasus persetubuhan dengan korban berusia 15 tahun dan 1 kasus cabul dengan korban berusia 17 tahun.

"April tercatat 2 kasus yakni 1 kasus persetubuhan dengan korban berusia 10 tahun dan 1 kasus pencabulan dengan korban berusia 14 tahun. Adapun Mei tercatat 2 kasus yakni 1 kasus pencabulan dengan korban berusia 13 tahun dan 1 kasus persetubuhan dengan korban berusia 17 tahun," ujar Karyadi.

Terakhir pada Juni, nihil kasus pemerkosaan. Korban tindakan asusila ini sebagian masih duduk di bangku sekolah, namun ada juga yang sudah putus sekolah. Pelaku tindakan asusila didominasi pria berusia antara 15 hingga 51 tahun.

Karyadi menjelaskan, sebenarnya rata-rata pelaku sudah berstatus berkeluarga. Sebanyak sembilan pelaku berprofesi sebagai wiraswasta, disusul tiga orang pengangguran, dua orang petani, seorang nelayan dan seorang buruh bangunan. Seluruh pelaku diamankan di Rutan Mapolres Nunukan.

Dari 16 kasus yang ditangani pihak kepolisian, tempat kejadian perkara di Kecamatan Nunukan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kecamatan Siemanggaris, Kecamatan Sebuku dan Kecamatan Sebatik.

Karyadi mengatakan, dari keterangan sejumlah korban dan pelaku, kasus asusila ini kebanyakan disebabkan karena suka sama suka. Ada juga karena saling kenal. Faktor lainnya disebabkan hasrat batin pelaku tak terpenuhi oleh pasangan.

"Karena niat didukung dengan kesempatan yang ada, maka timbullah aksi kejahatan tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, faktor paling penting yang menyebabkan terjadinya tindakan asusila ini karena kurangnya pengawasan yang dilakukan para orang tua terhadap anak perempuannya.

Baca Juga:


Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved