Kurangi Beban Cadas Pangeran
Kepala Bappeda Jabar, Denny Juanda, mengatakan bahwa jalur pintas kereta api
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kepala Bappeda Jabar, Denny Juanda, mengatakan bahwa jalur pintas kereta api Cibungur dibangun untuk mengurangi beban infrastruktur jalur sepanjang Bandung-Sumedang-Cirebon yang macet dan rusak parah karena angkutan batubara.
"Memang selain mengangkut potensi penumpang manusia, jalur ini disiapkan untuk angkutan berat seperti batu bara. Intinya kita ingin kurangi beban jalur Cadas Pangeran yang kian hari semakin berat," ujarnya.
Saat ini Pemprov Jabar hanya tinggal menunggu izin prinsip dari Menteri Kehutanan (Menhut) untuk membangun jalur pintas (shortcut) kereta api (KA) dari Cibungur, Purwakarta ke Tanjungrasa, Subang. Izin dari masyarakat setempat sudah dikantongi bahkan mereka sangat mendukung pembangunan shortcut tersebut.
"Izin Menhut diperlukan untuk membebaskan lahan yang masih berupa hutan seluas 3,62 hektare. Pembebasan lahan sebenarnya sudah mencapai 80 persen. Kita tidak menemukan hambatan karena masyarakat menyambut proyek ini," kata Staf Ahli Gubernur Jabar Bidang Pembangunan, Dicky Saromi, di Gedung Sate, Bandung, Jumat (31/8/2012).
Menurut Dicky, shortcut Cibungur-Tanjungrasa sangat penting untuk menghubungkan jalur tengah dan utara. Selama ini, beban infrastruktur kedua jalur tersebut sudah mencapai titik maksimal. "Kalau shortcut ini selesai, kita bisa mengambil potensi penumpang jalur tersebut. Potensinya cukup tinggi karena jumlah penumpang angkutan darat Bandung-Cirebon dan sebaliknya lebih tinggi dibandingkan ke Jakarta," kata Dicky.
Selain memanfaatkan potensi penumpang Bandung-Cirebon, shortcut jalur kereta api Cibungur Purwakarta dan Tanjungrasa Subang bisa dimanfaatkan untuk angkutan batubara. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bisa mendapat perolehan lebih dari angkutan barang yang frekuensinya sangat tinggi dari pelabuhan Cirebon ke kawasan industri di Bandung Raya.
"Selama ini kan angkutan berat, semacam batubara, kerap menggunakan jalur darat. Kondisi ini membuat beban infrastruktur darat cukup tinggi. Ada juga risiko macet dan sebagainya. Nanti bisa dihindari dan lebih efektif kalau menggunakan jalur shortcut," ujar Dicky.
Mantan Kadishub Jabar ini mengatakan, dalam waktu tiga tahun ke depan, proyek shortcut Cibungur-Tanjungrasa ini sudah bisa dinikmati masyarakat luas. "Ditjen Kereta Api sudah siap membangun rel-nya. Jadi tidak ada persoalan apapun dilapangan," ujarnya.