Minggu, 12 April 2026

Geliat Gunung Anak Krakatau

Warga Pulau Sibersi Beraktivitas Normal

tidak membuat warga di pulau Sibesi Kecamatan Rajabasa panik.

Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM  LAMPUNG - Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat menyemburkan letusan abu vulkanik tidak membuat warga di pulau Sibesi Kecamatan Rajabasa panik. Bahkan warga di pulau yang berjarak cukup dekat dengan GAK tersebut masih beraktivitas seperti biasanya.

Seperti yang diungkapkan oleh Rodiah, salah seorang warga yang tinggal di pulau Sibesi kepada Tribunlampung, Senin (3/9/2012). Menurutnya, peningkatan status GAK saat ini sudah terbiasa dihadapi oleh warga yang mendiami pulau Sibesi.

“Beberapa tahun lalu GAK juga batuk-batuk. Tapi masyarakat sudah terbiasa dengan fluktuasi aktivitas GAK tersebut,” ungkapnya.

Terpisah Sahroni kepada Desa Pulau Sibesi mengatakan, bahwa dampak abu vulkanik GAK juga dirasakan oleh sebagian kecil masyarakat dipulau tesebut. Ia mengatakan, meski sudah terbiasa dengan fluktuasi aktivitas GAK, masyarakat di pulau Sibesi tetap waspada terhadap peningkatan aktivitas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Warga tetap waspada. Sebab letusan yang terjadi saat ini diikuti dengan semburan material abu vulkanik yang cukup tinggi. Dikhawatirkan abu vulkanik tersebut terbawa angin kearah pulau Sibesi,” pungkasnya..

Dari pantauan Tribunlampung didermaga Canti Kecamatan Rajabasa, terlihat beberapa warga yang baru tiba dari pulau Sibesi membawa pisang yang menjadi komuditi utama dipulau tersebut. Selain itu juga terlihat beberapa warga yang hendak pulang ke pulau Sibesi dengan juga membawa barang-barang dagangannya.(dedi/tribunlampung)

Baca Juga :

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved