Rabu, 15 April 2026

Pemilihan Gubernur Sulsel

Penilaian Kalla Terhadap Syahrul

Syahrul memiliki ketiga kriteria itu semua," ungkap Kalla dalam sambutannya.

Editor: Budi Prasetyo

Laporan Tribun Timur / Adin Syekhuddin

TRIBUNNEWS.COM  BONE -- Mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla ternyata memiliki penilaian tersendiri terhadap Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Penilaian Kalla terhadap Syahrul diungkapkan saat peresmian Sekolah Islam Athirah, Bone, Senin (17/9/2012).

Menurut Kalla, Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini memiliki tiga kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yakni cerdas, punya hati atau jujur, dan pekerja keras.

"Semua orang bisa jadi pemimpin, tapi pemimpin yang ideal adalah yang memiliki otak yakni cerdas, punya hati atau jujur dan punya otot atau pekerja keras. Syahrul memiliki ketiga kriteria itu semua," ungkap Kalla dalam sambutannya.

Kalla dan SYL bertolak ke Bone untuk peresmian Gedung SMP SMA Islam Athirah Boarding School Bone dan Peletakan Batu Pertama Masjid dan Asrama SMP-SMA Islam Athirah Boarding School Bone, di Jl Sungai Musi, Kelurahan Panyula, Tanete Riattang Timur, Bone, Senin (17/9/2012).

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini menambahkan, Provinsi Sulsel memiliki semua potensi kekayaan alam mulai pertanian hingga tambang. Tidak ada yang kurang. Tetapi, siapa yang bisa mengembangkan potensi tersebut, tentu generasi yang memiliki otak, otot dan hati.

"Kita ingin membangun manusia-manusia yang cerdas, punya hati serta mau bekerja keras," pungkasnya.

Lebih lanjut menurut Kalla, pendidikan harus mampu menciptakan generasi-generasi yang memiliki ketiga kriteria tersebut. Apalagi, jika ingin maju dan sukses, sumber utamanya terletak pada sektor pendidikan.

"Pemerintah sudah menganggarkan pendidikan dengan baik. Karena itu, tingkat pendidikan harus dijaga perkembangannya. Apalagi, pertumbuhannya berubah tiap tahunnya," ungkapnya.

Jika lembaga-lembaga pendidikan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, lanjut JK, generasi Indonesia akan ketinggalan. Pendidikan terus bergerak dinamis dengan segala perubahan yang ada.

"Beberapa tahun lalu, tingkat pendidikan di Sulsel rendah. Anak-anak kita susah bersaing masuk perguruan tinggi populer di Jawa. Masalahnya, ada di tingkatan dasar. Inilah yang sedang menjadi perhatian kami sehingga anak-anak kita bisa bersaing di tingkat pendidikan tinggi," terangnya.

Sedangkan Syahrul dalam sambutannya mengaku bangga dengan sosok Kalla yang mampu menggambarkan karakter Bugis-Makassar. Apalagi, sejak menjabat Wakil Presiden RI, JK telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pembangunan di Indonesia.

Syahrul menjelaskan, ada lima hal yang menjadi program utama di Sulsel. Agama harus jadi nafas masyarakat Sulsel, pendidikan yang berjalan baik, ekonomi menjadi kekuatan, kesehatan, dan situasi yang kondusif. Sehingga, saat ini Sulsel menjadi barometer atau tolak ukur pertumbuhan nasional di seluruh dimensi.

"Ini bagian dari rintisan yang diwariskan Pak JK. Pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 8,64 persen dan menjadi great yang luar biasa," jelasnya. (adin syekhuddin)

Baca Juga :

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved