Digigit Komodo, Ibu Tima Dirawat
Ibu Tima (72), warga Pulau Rinca, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, dikejar dan digigit komodo,
Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas
TRIBUNNEWS.COM, LABUAN BAJO--Ibu Tima (72), warga Pulau Rinca, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, dikejar dan digigit komodo, Kamis (11/10/2012) sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu, Ibu Tima hendak ke kebunnya mengambil daun untuk makanan ternak kambingnya.
Akibat gigitan itu, kaki kanan Ibu Tima mendapat luka serius dan harus dilarikan ke Puskesmas Labuan Bajo untuk mendapatkan pertolongan medis. "Untung tadi ada anak-anak sekolah yang lewat di jalan tersebut sehingga berhasil menolong korban dan tidak dimakan habis komodo," kata Muhamad Arok, Kaur Umum Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, kepada Pos Kupang di Puskesmas Labuan Bajo, Kamis (11/10/2012).
Muhamad menilai, Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) yang menjadi penyebab terjadinya gigitan itu. Sebab, petugas BTNK menggantung daging kambing di empat titik yang dijadikan target penangkapan komodo, Rabu (10/10/2012) petang. Padahal, empat titik itu sangat dekat dengan pemukiman dan tempat aktivitas warga setempat.Bahkan di dua titik, tempatnya hanya sekitar lima meter dari rumah Baco Ahmad (47), warga desa setempat.
Sebagai pemerintah desa, kata Muhamad, ia telah memberikan masukan kepada petugas BTNK saat hendak memasang perangkap untuk menangkap empat ekor komodo yang dinilai liar dan ganas, Rabu (10/10/2012) petang. Masukan agar perangkapnya dipasang di tempat yang sedikit jauh dari pemukiman dan aktivitas warga.
Namun, kata Muhamad, pihak BTNK menolak usulan tersebut. Mereka tetap memasang keempat perangkap tersebut di dekat pemukiman warga dan tempat aktivitas masyarakat sehari-hari. Jaraknya hanya sekitar lima meter hingga 20 meter.
"Tadi pagi petugasnya masih asyik cerita di titik satu, sehingga di titik empat tidak ada petugas yang jaga perangkapnya. BTNK juga tidak memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi perangkap sebelum komodo yang menjadi target berhasil ditangkap," kata Muhamad.
Kepala Desa Pasir Panjang, Haji Muktar (45), kepada Pos Kupang di Puskesmas Labuan Bajo,
Kamis (11/10/2012), membenarkan penempatan empat perangkap penangkapan komodo sangat dekat dengan pemukiman warga. "Memang terlalu dekat dan petugasnya juga tidak siaga di empat titik secara bersamaan sehingga masyarakat akhirnya menjadi korban," kata Muktar.
Atas nama keluarga korban, Muktar mengharapkan pihak BTNK dapat melakukan tindakan penyelamatan bagi korban dengan menjamin biaya perawatan hingga korban sembuh.
"Keluarga menuntut pihak BTNK bertanggung jawab untuk keselamatan korban dengan menanggung biaya pengobatannya hingga sembuh," kata Muktar.
Baca Juga :
- Eksavator Milyaran Rupiah Tenggelam 58 menit lalu
- Wawali Lepas 125 Atlet PORPROP 1 jam lalu
- India Minati Hukum Adat Aceh 1 jam lalu