BEC Hadir di Banyuwangi Festival 2012
BEC mengemas budaya Banyuwangi dengan modernitas maka Festival Kuwung menyuguhkan cita rasa otentik dari budaya asli Banyuwangi
Selanjutnya, International Power Cross Champhionship juga menjadi pilihan agenda yang tak akan ditinggalkan oleh penggila motor cross. Sebuah kejuaraan motor cross yang memiliki standar Internasional dengan menghadirkan crosser-crosser asing yang sengaja diundang untuk ikut bertanding secara sportif bersama crosser Indonesia. Event pada 1 - 2 Desember 2012 itu dilangsungkan di Stadion Diponegoro.
“Lalu Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI), yaitu lomba balap sepeda berskala internasional menempuh jarak sekira 340 kilometer. BTdI akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Desember 2012 dan akan diikuti sekira 115 atlet dari 16 negara. BTDI yang telah resmi terdaftar dalam agenda rutin (calender of event) badan balap sepeda dunia Union Cycliste Internationale di Prancis itu merupakan event internasional pertama yang diselenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi,” terang Koordinator BTdI, Ir Guntur Priambodo yang juga Kadis PU-Pengairan Ir Guntur Priambodo.
Bahkan Banyuwangi, merupakan kabupaten pertama yang menggelar event internasional ini. Bersama Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) yang berafiliasi pada badan dunia Union Cycliste Internationale /International Cycling Union) kegiatan ini, juga mampu berperan sebagai jendela dunia dan spot center perhatian dunia.
“Lewat acara ini, Pemkab Banyuwangi ingin memasyarakatkan olah raga sepeda balap (road bike) bagi masyarakat luas. Selain itu BTdI yang diharapkan menjadi brand image Kabupaten Banyuwangi di kancah dunia sekaligus menjual wisata Banyuwangi dan meningkatkan arus investasi di Banyuwangi,” kata Guntur yang juga pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia.
Layak karena event ini melibatkan 20 team balap sepeda profesional, yang terdiri dari 7 team luar dan 13 team dari dalam negeri. Negara-negara manca yang tergabung dalam team profesional itu yakni Australia, Malaysia, Kazahstan, Brunei, Iran, dan Singapura.
“Berikutnya, mengusung artis dari ibukota, sebuah Konser Band Ungu yang menghibur itu dipadukan dengan momen pendeklarasian Pelajar-Pemuda Anti Narkoba, HIV/AIDS dan Anti Kekerasan. Konser akan digelar pada 12 Desember 2012, pukul 19.00-23.00 di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, demikian keterangan Ahmad Khoirullah, Kadispora Kabupaten Banyuwangi.
Pada 22 Desember, festival akan diramaikan dengan Festival Kuwung. Salah satu agenda tahunan perayaan Harjaba ini dihadirkan sebagai etalase yang memamerkan keaslian Banyuwangi baik kekayaan budaya, adat maupun potensi unggulan yang dibawakan oleh 1.000 peserta dari perwakilan 24 kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi.
Saat inilah budaya asli Banyuwangi ditampilkankan secara utuh dengan keasliannya agar lebih dekat dan dikenal baik oleh masyarakat Banyuwangi sendiri maupun masyarakat dari daerah lain yang menyaksikannya. Selain itu Pemkab ingin memamerkan kekayaan potensi Banyuwangi yang jarang terekspose sebelumnya.
Jika BEC mengemas budaya Banyuwangi dengan modernitas maka Festival Kuwung menyuguhkan cita rasa otentik dari budaya asli Banyuwangi. Festival yang dimulai pukul 12.00 ini menempuh rute 2 km dimulai dari muka Kantor Bupati Banyuwangi- PB Sudirman-Susuit Tubun sampai finish di Taman Blambangan.
Dan sebagai puncak seluruh rangkaian, warga Banyuwangi akan menghadiri Malam Resepsi Harjaba ke-241 yang dipusatkan di Alun-Alun Blambangan, pada 22 Desember 2012 pukul 19.00. Inilah puncak tumpah ruah kegembiraan masyarakat Banyuwangi yang selama hampir dua bulan disuguhi pesta rakyat dengan berbagai pesonanya.