Jumat, 10 April 2026

Tgk Aiyub dan Seorang Pengikutnya Dibakar Hidup-hidup.

Tiga orang tewas, termasuk Tgk Aiyub dan seorang pengikutnya yang dibakar hidup-hidup.

Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM   BIREUEN – Kompleks rumah dan balai pengajian Tgk Aiyub Syahkubat (50) di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Peulimbang, Kabupaten Bireuen sejak menjelang tengah malam, Jumat (16/11/2012) hingga menjelang subuh, Sabtu (17/11/2012) berubah layaknya zona perang. Tiga orang tewas, termasuk Tgk Aiyub dan seorang pengikutnya yang dibakar hidup-hidup.

Menurut informasi yang dihimpun Serambi dari berbagai sumber, sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (16/11/2012) massa dari berbagai penjuru bergerak ke rumah Tgk Aiyub Syahkubat berjarak sekitar tiga kilometer arah selatan jalan Banda Aceh-Medan. Massa tanpa senjata itu menggunakan kendaraan roda dua yang mereka parkir agak jauh dari rumah Tgk Aiyub. Menjelang pukul 23.00 WIB, massa merapat ke sasaran.

Kabar yang berkembang, malam itu massa bermaksud menjemput Tgk Aiyub dan pengikutnya untuk dimintai keterangan karena yang bersangkutan dinilai telah melanggar kesepakatan yaitu masih tetap melaksanakan pengajian tertutup dan tidak ada interaksi sosial dengan masyarakat sekitarnya.

Saat massa tiba di kompleks rumah Tgk Aiyub Syahkubat, tiba-tiba listrik yang sebelumnya terang benderang mendadak mati. Dalam keadaan gelap gulita, terjadilah penyerangan ke arah massa yang saat itu sudah berada dalam lingkungan pagar rumah.

Wartawan Serambi yang waktu itu sudah mendekati lokasi terpaksa putar haluan dan selanjutnya berlarian tak tentu arah bersama massa yang panik. Apalagi di antara massa mulai ada yang roboh terkena sabetan pedang dan parang.

Dalam suasana gelap gulita, korban luka-luka segera dievakuasi dengan sepeda motor ke Puskesmas Peulimbang dan Jeunieb.

Saat penyerangan terjadi, massa langsung mengetahui sejumlah orang menjadi korban bacok. Pada tahap-tahap awal, empat orang dilarikan ke Puskesmas Peulimbang, enam orang ke Puskesmas Jeunieb. Terakhir diketahui, di Puskesmas Jeunieb, satu orang tewas atas nama Mansur (35) sedangkan lima lainnya kritis.

Ketika mengetahui ada penyerangan di lokasi rumah Tgk Aiyub, massa lainnya dengan menggunakan sepeda motor bergerak ke Puskesmas Peulimbang dan Jeunieb untuk memastikan kondisi korban. Saat mengetahui banyak jatuh korban, termasuk korban tewas, massa yang terlihat tak mampu membendung emosi bergerak ke lokasi.

Pasukan polisi yang menggunakan truk dari Polres Bireuen yang masuk ke lokasi tak mampu berbuat banyak untuk mengendalikan keadaan karena jumlah massa diperkirakan sudah mencapai 1.500 orang.

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, lokasi rumah dan balai pengajian Tgk Aiyub benar-benar membara. Tgk ATgk Aiyub bersama beberapa orang dekatnya terjebak di dalam rumah yang dikepung massa. Massa juga membakar balai pengajian di depan rumah, merusak MCK, menghancurkan dapur, membakar sepeda motor dan sepeda.

Dalam keadaan yang sangat tak terkendali itu, massa berhasil masuk dan mengeluarkan secara paksa Tgk Aiyub dan beberapa pengikutnya. Polisi bergerak cepat untuk mengamankan Tgk Aiyub namun tak berhasil. Sebuah mobil polisi yang hendak menaikkan Tgk Aiyub juga gagal melakukan evakuasi karena massa memindahkan jembatan kecil di depan rumah.

Dalam keadaan emosi, massa membakar hidup-hidup Tgk Aiyub dan seorang rekannya bernama Muntasir. Sedangkan seorang lainnya bernama Bahany dalam keadaan sekarat berhasil diselamatkan polisi dan TNI.

Sekitar pukul 04.00 WIB, jasad Tgk Aiyub dan Muntasir yang sudah gosong   dievakuasi ke UGD RSUD Bireuen. Hampir bersamaan dengan itu, massa juga memindahkan satu unit mobil Kijang Innova dari halaman rumah yang bersebelahan dengan rumah Tgk Aiyub dan kemudian membakarnya. Massa baru berhasil dikendalikan dan bergerak meninggalkan lokasi itu menjelang subuh, sekitar pukul 04.30 WIB, Sabtu (17/11).(yus)

Rekam Jejak Tgk Aiyub sebelum Ajal Merenggut
PADA 21 Maret 2010 dini hari, kompleks rumah dan balai pengajian Tgk Aiyub Syahkubat di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Peulimbang, Kabupaten Bireuen juga diamuk massa. Pemiliknya dituduh mengajarkan aliran sesat.  Dalam insiden waktu itu, tiga sepeda motor, satu mobil, dua balai pengajian hangus.

Tgk Aiyub dan delapan pengikutnya berhasil diselamatkan oleh polisi dan diamankan ke Mapolres Bireuen. Seminggu kemudian, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Dinas Syariat Islam, Pemkab dan Polres Bireuen bersidang di musalla Mapolres Bireuen.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved