Kamis, 7 Mei 2026

Banyak yang Mati, Warga Tolak Bantuan Kambing Gubernur

Warga belum bisa menerima bantuan kambing ini, karena kondisinya sakit-sakitan dan ukurannya tidak sesuai

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM,MADIUN - Puluhan warga miskin di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun menolak bantuan kambing dari Gubernur Jawa Timur. Pasalnya, kambing bantuan yang diberikan dalam program Jalin Kesra itu, selain diduga tidak sesuai spesifikasi karena usia dan ukuran tingginya, juga sebagian sakit-sakitan.

Kondisi ini, justru akan merugikan warga yang bakal menerima bantuan itu. Apalagi, puluhan kambing bantuan yang sudah dikirim lebih awal pekan lalu, sudah banyak yang mati.

Puluhan warga yang menolak kambing bantuan Gubernur Jawa Timur itu, salah satunya warga Desa Klumutan dan Desa Sambirejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Warga menolak bantuan dari Gubenur Jawa Timur, Soekarwo itu karena kambing yang diberikan kondisinya berpenyakitan dan ukurannya terlalu kecil.

Kondisi ini, diduga tak sesuai dengan spesifikasi kambing bantuan itu. Pasalnya, berdasarkan spesifikasinya, bantuan kambing itu minimal memiliki tinggi 58 sentimeter untuk pejantan, 57 sentimeter untuk betina, usia kambing ditandai dengan gigi sudah pernah tanggal (ganti) atau orang Jawa menyebutnya sudah po'el, serta dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit fisik maupun reproduksi.

Kepala Desa (Kades) Klumutan, Agus Proklamanto mengatakan dalam kenyataannya bantuan kambing yang didistribusikan CV Prima Jaya Cool, Kabupaten Nganjuk sebagai rekanan, kondisinya berbalik arah dari spesifikasi yang ditetapkan. Selain kambing berpenyakitan, lumpuh, dan ukurannya terlalu kecil. Oleh karenanya, warga menolak bantuan itu.

"Warga belum bisa menerima bantuan kambing ini, karena kondisinya sakit-sakitan dan ukurannya tidak sesuai. Jika diterima bakal merugikan warga kami yang menerima bantuan. Mereka berharap bantuan kambing bisa memberikan peluang usaha justru akan merepotkan warga," terangnya kepada Surya, Selasa (20/11/2012).

Selain itu, Agus meminta bantuan kambing yang diberikan kepada warga itu sesuai spesifikasi dan dalam kondisi sehat. Hal ini agar bantuan kambing itu, tidak membawa penyakit dan justru menular ke kambing ternak milik warga lainnya.

"Harapan kami tetap bantuan diberikan sesuai spesifikasi dan tidak membawa penyakit yang menular ke ternak milik penduduk yang sehat-sehat," tegasnya.

Sementara, pendamping bantuan Program Jalin Kesra dari Propinsi Jawa Timur, Sugito menegaskan berdasarkan laporannya hingga kini sudah ada sekitar 70 ekor kambing bantuan Gubernur Jawa Timur yang didistribusikan kemarin mati.

Menurutnya, jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah, jika laporan sudah masuk semua ke pihkanya.

Sugito merinci, bantuan kambing yang mati itu, ada sebanyak 40 ekor di Kecamatan Mejayan, 10 ekor di Kecamatan Saradan, dan 20 ekor di Kecamatan Wonoasri.

"Prediksi kami kalau laporan semuanya sudah masuk pasti akan bertambah jumlah kambing yang mati. Karena laporan sampai saat ini masih kami pantau dan belum masuk semuanya. Kami meminta rekanan menggantinya dan mendistribusikan kambing yang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan," tandasnya.

Sementara, hingga kini bantuan kambing dari Propinsi itu, masih didistribusikan di sejumlah Desa di Kecamatan Wonoasri, Saradan, dan Mejayan. Kambing itu, diberikan dalam berbagai jenis dalam jumlah 3.606 ekor, mulai Jawa, Domba (gibas) serta dalam bentuk bantuan itik dan ayam.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved