Kamis, 7 Mei 2026

Bocah Disunat Jin, Malu Berangkat Sekolah

Ia cerita kalau burungnya tiba – tiba Teresa seperti digigit semut, kemudian dipegang dan kaget. Lalu pulang menangis,

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM,LAMONGAN - Meski fenomena ini sering terjadi, peristiwa yang dialami Taufik Isnan (9) bocak kelas II Madrsah Ibtidaiyah Dusun Bali Desa Plumpang Kecamatan Sukodadi yang tiba – tiba alat kelaminya berbentuk seperti sudah pernah disunat itu menggegerkan warga desanya.

Kejadian yang dialami Taufik Isnan tak terbayangkan olehnya, karena selama ini memang belum pernah sunat. Bahkan kejadian yang dialaminya Selasa (20/11/2012) menjelang maghrib itu membuat Taufik Isnan malu dan pagi ini tidak mau berangkat ke sekolah.

Meski teman – teman sekolahnya mendatangi korban ke rumahnya untuk mengajaknya berangkat sekolah, namun Taufik masih enggan berangkat.

Menurut Taufuk Isnan mengisahkan, Selasa petang itu ia sedang bermain bersama tiga temannya, Indra S (9), Fadhil (9) dan M Dayat (9) mengerumuni alat berat yang dipakai untuk menggarap jalan desanya yang ada barat kampung.

Sebelum beranjak pulang, ketiga temannya kencing di sawah dan salah satu temannya, Fadhil mengajak Taufik bersama – sama kencing di sawah tersebut. Ajakan Fadhil ditolaknya, kemudian ketiga temannya itu kencing bersama dan sesaat kemudian menoleh ke belakang, tempat Fadhil berada.


Betapa kagetnya, Indra, Fadhil dan M Dayat ketika melihat Taufik Isnan anak pasangan Suhartono (48) dan Sariani (47) yang tiba – tiba tidak ada dan menghilang. Ternyata, Taufik lari pulang ke rumah dan menemui ibunya sembari menangis.

Ia kemudian menunjukkan alat vitalnya yang berubah setelah ia merasakan ada hal yang aneh di kelaminnya saat ketiga
temannya mengajak kencing bersama di sawah.

“Ia cerita kalau burungnya tiba – tiba Teresa seperti digigit semut, kemudian dipegang dan kaget. Lalu pulang menangis,” ungkap Sariani, Rabu pagi (21/11/2012).

Ketika diperlihatkan kepada ibunya, keadaan alat vital itu sudah kering dan tak sedikit ada bekas darah, baik yang ada di celana maupun sekitar kelaminnya.
Malam itu juga, Sariani berusaha menghubungi suaminya, Suhartono yang sedang bekerja di Surabaya dan menceritakan apa yag dialami putranya.

Suhartono pulang dan mencoba menenangkan anaknya, karena kejadian yang dialami putranya dianggapnya berkah dari Allah.

Kini rumah Taufik Isnan masih ramai dikunjungi teman – teman sekolahnya. Ada yang sengaja datang membujuk agar mau berangkat sekolah dan sebagian sekedar ingin tahu apa yang dialami Taufik.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved