Minggu, 31 Mei 2026

RSUD Simeulue Memprihatikan

Pelayanan di RSUD Simeulue kini dikeluhkan pasien. Mereka nilai pihak manajemen tidak serius mengelola.

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

* Pasien Keluhkan Obat
* Dinkes Aceh Merespons

TRIBUNNEWS.COM SINABANG - Pelayanan di RSUD Simeulue kini dikeluhkan pasien. Mereka nilai pihak manajemen tidak serius mengelola. Salah satu indikasinya, obat-obatan penunjang operasi yang langka sejak tahun lalu, belum juga teratasi tahun ini, meski di rumah sakit itu terdapat apotek. Direktur RSUD Simeulue beralasan, jangankan di Simeulue, di Medan pun stok obat saat ini kosong, karena stok baru belum dipasok.

Sejumlah keluarga pasien yang tengah menjalani rawat inap di RSUD Simeulue kepada Serambi, Kamis (10/1) mengatakan, obat-obatan yang dibutuhkan di rumah sakit itu tak bisa diperoleh dengan cepat.

Apabila obat tidak tersedia di apotek rumah sakit, maka keluarga pasien harus mencarianya di luar. “Obat yang tertera di resep dokter tidak semua tersedia di apotek rumah sakit. Petugas menyuruh keluarga pasien mengambil obat di Apotek Mandal. Parahnya, di apotek yang ditunjuk itu pun stok obatnya habis,” kata Arsab, warga Sinabang, salah satu keluarga pasien di RSUD Simeulue.

Dengan tak tersedianya obat di apotek yang ditunjuk, pihaknya harus mengupayakan obat di apotek lain dengan cara menebus langsung. Seolah layanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tak berlaku di pulau ini.

Menurut Arsab, pasien yang kini dirawat di rumah sakit itu, selain mengeluhkan stok obat yang selalu dalam keadaan krisis, juga mengeluhkan tak berfungsinya penyejuk ruangan (AC). “Sudah dua hari dirawat, kondisi ruangan panas,” kata Adin, pasien penyakit dalam.

Pantauan Serambi di RSUD ini, selain semua AC tak berfungsi, fasilitas kamar mandi pun tidak dirawat dengan baik. “WC di ruang perawatan anak saya juga tidak berfungsi,” keluh Arsab.

Sejumlah dokter di rumah sakit itu yang ditanyai Serambi mengaku kondisi RSUD Simeulue seperti itu sudah berlangsung lama. Dokter tak mau ambil pusing, sebab sudah ada pihak tertentu yang mengurusnya.

“Kami juga sering mendapat keluhan soal rumah sakit ini dari masyarakat. Tapi, karena itu tanggung jawab pihak manajemen, sehingga kami tak mau ambil pusing. Kelengkapan alat kerja, itu menjadi urusan pihak manajemen,” kata dr Sastra.

Soal obat pun, menurutnya, juga begitu. “Kalau obat tidak ada, itu juga tanggung jawab yang mengurus rumah sakit,” tandas Sastra.

Tapi diakuinya, ada pasien yang harus ditunda operasi gara-gara tak ada obat, seperti cairan infus RL dan sarung tangan dokter. “Akhirnya, pasien dirujuk ke luar daerah,” ujar Ketua IDI Simeulue ini.

Direktur RSUD Simeulue, dr Hanif yang dikonfirmasi Serambi mengakui bahwa kondisi rumah sakit itu belum normal. Pihaknya saat ini sedang menyiapkan kontrak baru dengan distributor obat yang akan memasok obat ke rumah sakit.

“Kalau obat, bukan cuma di sini kosong, di Medan pun ada yang kosong, seperti cairan infus NaCl, karena menunggu dipasok oleh distributor,” katanya.

Tak hanya cairan infus yang kosong, tapi obat generik juga tak tersedia saat dipesan. “Kontrak pemasok obat ke rumah sakit akan dilakukan sebulan sekali dan diperkirakan obat-obatan di rumah sakit ini bakal normal pertengahan bulan ini,” demikian Hanif.

Minta obat
Untuk mengatasi stok obat yang sudah habis pada akhir tahun 2012, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Simeulue, dr Armidan mengajukan permintaan bantuan obat kepada Kadiskes Aceh, dr M Yani. Obat yang diminta mencakup jenis obat pelayanan dasar dan obat kesehatan jiwa (Lihat tabel)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved