Minggu, 19 April 2026

Suparmi Meninggal Dunia Usai Dioperasi Caesar

Suparmi (27) warga Desa Karang Talun RT 2 RW 6, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah meninggal dunia tak lama setelah dioperasi caesar.

Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko

TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO - Suparmi (27) warga Desa Karang Talun RT 2 RW 6, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah meninggal dunia tak lama setelah dioperasi caesar.

Penasihat hukum, Djoko Susanto SH menduga kliennya menjadi korban dugaan kasus malpraktik.

Pada Kamis (7/3/2013), sekitar pukul 10.00 WIB, Djoko datang seorang diri melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Banyumas. Dia datang menyerahkan surat pengaduan tiga lembar dilengkapi lampiran foto pernikahan Sarwo dan Suparni.

"Saya melaporkan kasus pengaduan malpraktik dengan surat kuasa dari suami korban," kata Djoko, Kamis (7/3/2013) siang.

Usai melapor, Djoko hendak dipertemukan dengan Kapolres Banyumas AKBP Dwiyono. Namun Kaplres Dwiyono sedang berada tidak di tempat.

Sesuai surat aduan, Djoko mengadukan dugaan malpraktek atau tindak pidana karena kelalaian yang dilakukan dokter spesialis di Rumah Sakit Bersalin Mitra Ibu di Jalan SMPN 5 Karangklesem, Purwokerto Selatan.

Kronologis menurut Djoko, pada Minggu, 10 Februari 2013, sekitar pukul 22.30 WIB, Suparmi masuk dan tercatat sebagai pasien RSB Mitra Ibu karena hendak melahirkan. Selang sehari, 11 Februari 2013, Suparmi dicek USG oleh tenaga dokter spesialis kandungan dengan kesimpulan sementara posisi janin atau bayi normal.

"Atas dasar pertimbangan apa oleh tenaga dokter spesialis tersebut Nyonya Suparmi menjalani cesar dengan merujuk ke RS Aghnisna, Tanjung, Purwokerto Selatan," kata Djoko.

Masih dari surat pengaduan, sekitar pukul 11.30 WIB, bayi perempuan berhasil dilahirkan cesar. Selang 30 menit, Suparmi dibawa kembali ke RSB Mitra Ibu. Namun pada pukul 13.30 WIB, pasien mengalami pendarahan hebat akibat operasi dan saat pendarahan tidak ada tenaga dokter spesialis di RSB Mitra Ibu. Dokter baru datang sekitar pukul 14.30 WIB dan menyarankan untuk membeli 4 kantung darah dari PMI Banyumas.

"Pasien Suparmi kemudian dirujuk ke RS Margono Soekarjo namun meninggal dalam perjalanan," kata pengacara berkumis ini.

Ia menambahkan, kelahiran anak Suparmi merupakan yang pertama. Atas kematian tersebut, Sarwo, suami korban merasa terguncang.

"Saya sudah berusaha menghubungi pihak rumah sakit namun belum ada respon," kata Djoko menyebut dokter spesialis yang menangani korban bernama Dokter Aditiyono Sp OG sekaligus sebagai penanggungjawab rumah sakit.

Dikonfirmasi, penasihat hukum RSB Mitra Ibu, Indardjo Hastha S SH mengatakan pihak rumah sakit sudah melakukan prosedur penanganan medis dengan benar. Ia juga membantah telah terjadi malpraktik.

"Prosedur penanganan operasi tidak ada masalah sudah sesuai prosedur," kata dia ditemui di RSB Mitra Ibu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved