Bendera Aceh

Sepakati Pengibaran Bendera di Aceh Tanpa Adzan

Dari 13 materi persoalan yang dibicarakan, Kabiro Hukum Sekda Aceh, Edrian mengatakan dua dari belasan materi

Sepakati Pengibaran Bendera di Aceh Tanpa Adzan
SERAMBI Indonesia/BUDI FATRIA
Warga mengibarkan Bendera Aceh saat konvoi keliling Kota Banda Aceh, Senin (1/4/2013).

Laporan Wartawan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dari 13 materi persoalan yang dibicarakan, Kabiro Hukum Sekda Aceh, Edrian mengatakan dua dari belasan materi tersebut telah mencapai kesepakatan.

"Persoalan masalah hymne, sebelum terbentuk hymne aceh untuk pengibaran bendera, awalnya diminta pengibaran dilakukan dengan adzan. Tapi tadi sudah sepakat, mendagri meminta kalaulah bisa adzan ini jangan digunakan untuk pengibaran bendera. Karena sifatnya untuk memanggil umat islam beribadah," papar dia.

Pria inipun menegaskan bahwa pertemuan kali ini, tidak perlu diisukan yang tidak-tidak.

"Ini bukan pertemuan yang bukan-bukanlah. Intinya, kalau untuk bendera dan lambang Aceh merupakan bendera dan lambang daerah. Aceh tetap dalam bingkai kesatuan RI, dan bendera merah putih tetap berkibar di Aceh. Jadi jangan sampai ada salah pengertian. Dan untuk pengibaran bendera inipun masih akan dibicarakan lebih lanjut, apa dilakukan untuk seluruh lembaga di Aceh atau bagaimana. Masih banyaklah yang perlu dibicarakan," tambahnya.

Terakhir, Edrian mengatakan akan ada pertemuan kedua yang dilakukan tim kecil aceh dan tim kecil pemerintah pusat di titik lain. Jika tidak berhalangan, pertemuan kedua akan dilaksanakan 16 Mei mendatang di Makasar.

"Kalau di sini (Batam) sehari saja. Nanti kedua 16 Mei di Makasar, tapi itu tentatif. Kenapa titiknya beda-beda, supaya ada penyatuan seluruh Indonesialah," pungkasnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved