Kamis, 11 Juni 2026

Tiga Tanda Meyakinkan Hasman Bangkit dari Kubur

Lariu maupun Daria begitu yakin, pria yang kini berada di rumahnya itu merupakan Hasman, putranya yang meninggal 13 tahun silam.

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN,- Lariu maupun Daria begitu yakin, pria yang kini berada di rumahnya itu merupakan Hasman, putranya yang meninggal 13 tahun silam. Ada tiga tanda yang meyakinkan keduanya jika pria tersebut memang putranya. Pertama, bekas luka dikakinya. Kedua yang bersangkutan saat berada di Lahad Datu, Sabah, Malaysia menyampaikan jika ayahnya bernama Lariu dan ibunya Daria serta, pria tersebut langsung mengenal dan memeluk Lariu saat pertama kali bertemu.

Kini Hasman masih terbaring lemah di rumah ‘orang tuanya’ itu di RT 05, Desa Manurung, Kecamatan Sebatik.

Lariu menceritakan, tahun 2000 silam anaknya yang dibonceng sang paman mengalami kecelakaan tak jauh dari Kantor Bupati Nunukan, Jalan Sedadap, Kecamatan Nunukan Selatan.

“Mereka menabrak tumpukan batu. Dia kecelakaan jam tiga sore, meninggalnya jam sembilan malam di rumah sakit. Besoknya baru dikubur di depan Kantor Dinas pekerjaan Umum. Ada pekuburan di sana,” ujar Lariu.

Setelah 13 tahun di kubur, tiba-tiba Hasman muncul di Lahad Datu, Sabah, Malaysia persisnya di Kampung Paris. Salah seorang warga menemukan Hasman dalam keadaan bingung, saat maghrib. Tiba-tiba saja ia mengajak Hasman ke rumahnya.

Setelah membawa Hasman ke rumahnya, orang yang menemukan itu memanggil massa. Ia menjelaskan telah menemukan warga Filipina yang diduga Tentara Kesultanan Sulu yang sedang berkonflik dengan aparat di Sabah, Malaysia.

Saat massa sedang berkumpul dan hendak memukul Hasman, tiba-tiba seorang diantaranya bertanya padanya.

“Dia tanya, kamu orang apa? Dia menjawab saya orang Endrekang. Langsung dibilang oh jangan dipukul. Ada Pak Alias orang Endrekang. Nah dibawalah Alias ke sana lalu ditanya kamu orang apa? Endrekang Kaluppinni. Jadi dia bilang jangan pukul dulu saya punya keluarga ini,” ujar Lariu menceritakan.

Alias lalu membawa Hasman ke tempat kerabatnya di Batu Satu, Lahad Datu tepatnya di rumah Aco, keponakan Lariu.

Sebenarnya saat itu Hasman sudah mengingatkan untuk tidak memulangkannya ke Sebatik, karena tidak mungkin ada yang percaya jika ia hidup. Sebab semua keluarga sudah tahu jika yang bersangkutan telah meninggal 13 tahun lalu.

Aco yang penasaran lalu menelepon Lariu untuk memastikan, apakah benar anaknya sudah meninggal kecelakaan 13 tahun lalu?

“Jadi saya bilang ia betul dia sudah meninggal. Kemudian dia tanya ada berapa bersaudara?” ujarnya.
Aco kemudian menjemput Lariu untuk memastikan apakah benar, pria yang ditemuinya merupakan Hasman putranya?

“Jadi saya pergi sana, hari Kamis sampai di sana nginap satu malam. Sudah itu selesai sholat Jumat baru ke Kampung Paris. Sampai di sana ternyata dia ada di pinggir jalan sama itu temannya yang jumpa pertama,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved