Adik Obama Punya Kenangan Indah di Yogyakarta
Maya kecil menempati rumah di kompleks UGM D7 Bulaksumur
Adapun, sebelum memberikan kuliah umum, malam harinya Maya menyempatkan diri berkunjung ke rumah sepupunya. Dalam pertemuan tersebut, Maya sempat berdiskusi tentang keragaman budaya dan toleransi di Yogyakarta. Demikian juga, dia berdiskusi tentang Islam.
"Dia mengatakan seperti ini, 'Lakum Dinnukum Waliyadinn'. Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku. Saya pikir, ini lebih dari sekadar toleransi, tapi juga ada semangat persaudaraan yang sangat kuat," jelas akademisi yang berhasil meraih gelar PhD dari Universitas Hawaii ini.
Kuncinya, tambah dia, toleransi dan perdamaian bisa tercipta jika setiap orang membiasakan untuk melihat sesuatu dari berbagai perspektif. Supaya tidak terjebak dengan prasangka, ada baiknya untuk mencoba menempatkan diri berada di pihak lain.
Seusai memberikan kuliah umum, Maya Soetoro bersama rombongan bertolak menuju SMP N 2 Cangkringan. Di sekolahan ini, ia menyaksikan simulasi tanggap bencana dan evakuasi bencana yang diperagakan oleh para siswa. Di salah satu sesi, Maya duduk bersama para siswa di dalam kelas sambil mendengarkan paparan dari seorang staf pengajar.
Agenda kunjungan Maya memang terhitung padat. Setelah selesai di SMP N 2 Cangkringan, dirinya kemudian bergeser menuju kompleks Hunian Tetap (Huntap) di Pagerjurang. Tidak ada pengamanan ketat selama agenda kunjungan perempuan yang disebut-sebut media asing sebagai salah satu kekuatan inti pribadi Obama ini. Ia hanya dikawal voorijder, selama dalam perjalanan. Sementara diluar itu, ia bebas berinteraksi bersama siapapun yang ia temui.
"Ibunya ramah banget ya," ucap seorang pelajar SMP N 2 Cangkringan tak lama setelah Maya melempar senyum ke arahnya