Bocah Ini Diduga Dilempar Ibunya ke Luar Jendela
Kelvin (3) menjalani perawatan intensif di RSUD Agoesdjam, Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu (19/6/2013).
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nopi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Kelvin (3) menjalani perawatan intensif di RSUD Agoesdjam, Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu (19/6/2013).
Kelvin dirawat tak hanya karena gizi buruk yang dideritanya, namun juga karena dugaan tindak kekerasan yang dilakukan ibunya, FJ (27).
Kevin hanya ditemani kakak tertuanya, Novi, Rabu pukul 10.00 WIB. Novi yang baru menginjak Kelas 2 SD, terlihat setia menemani sang adik. Sesekali, ia menenangkan Kelvin yang menangis dengan sepotong roti bolu.
"Mama di rumah, ngasuh adik bayi. Bapak ngurus kerjanya. Adik dari tadi nangis terus," ujar Novi polos kepada Tribun Pontianak (Tribun Network).
Dari cerita Novi pula lah, dugaan penganiayaan itu meluncur. Ia mengatakan, Kelvin dianiaya karena dinilai tidak mau bicara saat menginginkan atau melakukan sesuatu. Misalnya, ia belum bisa bilang kalau ingin buang air besar.
Pernah, Kelvin sengaja disengat panci penanak nasi elektrik. Akibatnya, tangan, telinga, dan bibirnya melepuh. Jika rewel, Kelvin juga dipukul pakai kayu. Bahkan, suatu ketika, Kelvin dibuang dari jendela hingga jatuh ke tanah.
Perlakuan serupa juga dialami Novi. Tak jarang, ia juga dipukul pakai gagang sapu oleh ibunya.
"Biasa kalau disuruh nyuci pulang sekolah, novi ndak mau, capek. Dipukul pakai penyapu," ungkap Novi.
Namun, cerita Novi dibantah FJ, yang datang ke RSUD Agoesdjam sejam kemudian bersama suaminya, Edi (31). FJ membantah telah menganiaya anaknya. FJ menjelaskan, Kelvin melepuh karena tak sengaja tersengat penanak nasi elektrik.
Namun, FJ mengakui pernah memukul Kelvin, terutama, dalam sepekan terakhir. Itu ia lakukan karena Kelvin tak juga bisa bicara.
"Dia ini tak pandai ngomong. Mau (buang air besar) saja tak mau ngomong. Makanya saya pukul," tutur FJ.
Saat ditanya Dokter Spesialis Anak RSUD Agoesdjam dr Darmadi tentang telinga, tangan, bibir, hingga wajah Kelvin, FJ tak bisa menjawabnya.
"Kalau telinga sama tangan, tak ada saya pukul. Tapi, pipi saya pelasah (pukul)," elak FJ.
FJ kembali membantah sering memukuli Kelvin dan Novi. Ia hanya berusaha mengasuh ketiga anaknya. Kelvin adalah anak dari suami pertamanya yang kini sudah bercerai.
Anak ketiganya, yang belum genap setahun, adalah buah cintanya dengan suaminya yang kedua.
"Tidak sering saya pukul, saya mengurus mereka, anak saya yang ketiga juga kena penyakit kuning," papar FJ.
Edi, suami FJ, kemudian memberikan keterangan sebaliknya. Ia mengatakan, anaknya kerap dipukul. Ia tidak bisa mengawasi anak-anak karena bekerja di luar kota.
Edi pun mengaku menyesal tak bisa memantau perkembangan anaknya. Penjelasan Edi memantik kekesalan dr Darmadi.
"Ini yang benar, kamu jangan bohong-bohong kalau ditanya," bentak dr Darmadi kepada FJ.
Hasil analisa dr Darmadi dan Direktur RUSD Agoessdjam drg Rihi, Kelvin tak hanya mengalami penganiayaan fisik yang ditandai memar dan melepuh di beberapa bagian tubuhnya. Kelvin juga kekurangan gizi. Sebab, usia dan postur tubuhnya tak seimbang.
"Saya pastikan, dia dirawat sampai sembuh. Sampai gizinya baik, sampai luka-lukanya sembuh. Tak ada pembedaan. Ingat, nanti anak kamu sembuh, jangan kamu pukuli lagi," pinta drg Rihi kepada FJ. (*)