Kamis, 7 Mei 2026

Sumur di Candi Muaro Jambi Dulunya Untuk Penirtaan Umat Budha

Sekumpulan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, yang melakukan penelitian di Candi Kedaton yang termasuk kompleks

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI -- Sekumpulan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, yang melakukan penelitian di Candi Kedaton yang termasuk kompleks percandian Muaro Jambi menemukan beberapa bangunan penting yang menunjukkan bukti bahwa di masa lampau, Candi Muaro Jambi merupakan pusat pembelajaran agama Budha, paling tidak di Asia Tenggara.

Di antaranya ialah sumber pentirtaan yaitu bangunan sumur. "Di sini kita menemukan bangunan candi, penirtaan yang diwakili oleh sumur kolam atau sumber air lainnya, dan juga tempat tinggal para pendeta," sebut Prof Dr Agus Aris Munandar dari Universitas Indonesia.

Menurutnya tiga komponen tersebut baru pertama kali ditemukan di Sumatera, meski struktur yang sama juga ditemukan di Situs Trowulan di Jawa Timur. "Tapi kalau penirtaan yang terpadu dalam kompleks saya baru melihatnya di sini. Di Sumatera baru ini," kata Aris. Penemuan penirtaan yang berupa sumur di kompleks Candi Kedaton semakin memperkuat perkiraan bahwa di candi tersebut dulunya merupakan pusat pengajaran agama Budha yang ada di Jambi.

Peneliti lain dari UI Dr Cecep Eka Permana menyebutkan setelah beberapa hari melakukan penelitian di Candi Kedaton, para peneliti menemukan sumber pentirtaan berupa sumur, yang kemungkinan pada zaman dahulu digunakan oleh para biksu, untuk mengambil air untuk keperluan sehari-hari mereka. "Sumur pertama ditemukan di Jambi, ini belum pernah ditemukan di kompleks percandian yang ada sumurnya," kata Cecep.

Selain adanya penemuan sumur, Cecep mengatakan penelitian yang dilakukan juga menemukan beberapa struktur di pagar dalam maupun pagar luar. "Ada perbedaan antara yang struktur dalam dan struktur luar. Bisa dilihat strukturnya semakin ke dalam temuan keramik dan tembikar lebih kecil, lebih tipis, dan lebih bagus. Sementara di bagian luar lebih kasar, lebih tebal dan lebih besar, itu menunjukkan fungsinya yang berbeda dan ini makin memperkuat perkiraan ini merupakan sebuah tempat yang penting," sebutnya.

Temuan struktur baru oleh para peneliti UI ini mengundang rasa ingin tahu Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Minggu (23/6) sore Gubernur yang didampingi Kadis Pariwisata Provinsi Jambi Budidaya dan staf ahli gubernur Junaidi T Noor, datang melihat langsung di kompleks Candi Kedaton.

Gubernur melihat dari dekat penggalian berbagai situs peninggalan agama Budha dari abad ke 7 sampai abad ke 12 ini. Dia juga melihat sumur yang merupakan sumber pentirtaan yang dulunya digunakan oleh para pendeta yang dulu menunutut ilmu di sana. Sumur yang terlihat terdiri dari tumpukan batu bata dengan diameter sekitar 1,5 meter itu terlihat masih tertutup oleh tanah. (Bandot Arywono)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved