Minggu, 18 Januari 2026

Rusuh di Sarolangun

'Kami Bukan Teroris'

Mereka mengabadikan bangkai kendaraan yang dibakar di lokasi, serta tumpukan sampah bekas bungkus makanan yang berserakan

Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM -- PASCA bentrok berdarah warga di Makadai, Kecamatan Limun, Sarolangun dengan aparat, kondisi di lokasi kejadian mulai kondusif.

Pantauan Tribun, di lapangan, Rabu (2/10/2013), banyak warga yang datang mengunakan sepeda motor. Mereka mengabadikan bangkai kendaraan yang dibakar di lokasi, serta tumpukan sampah bekas bungkus makanan yang berserakan. Bukan itu saja warga juga mengais bekas bekas kerangka kendaraan hangus setekah kerusuhan.

Menurut seorang warga bernama Yusup, dirinya datang untuk melihat mobil polisi yang dibakar. "Kami ingin melihat kondisi lokasi bekas bentrokan yang menjatuhkan korban jiwa," katanya.

Warga Desa Makadai, Kecamatan Limun yang terlibat bentrok dengan aparat meminta agar pasukan keamanan yang ditempatkan di Polsek Limun ditarik.

"Kami meminta agar Polda Jambi bisa menarik anggotanya. Sebab kami bukan teroris yang harus dijaga oleh aparat bersenjata lengkap," kata tokoh pemuda Desa Makadai, Aswan.

Aswan mengatakan, di lokasi kejadian warga juga banyak menemukan selosong peluru milik aparat. Aswan meminta agar persoalan tewasnya dua warga diusut tuntas.

"Kami banyak mendapatkan bukti bentrokan kemarin, warga minta agar aparat bisa mengusut tuntas kematian saudara kami," katanya.

Katanya, akibat kejadian ini warga sudah tidak percaya kepada aparat pemerintah kabupaten dan juga aparat penegak hukum. Warga berharap agar Komnas HAM turun mengusut kejadian ini.

Wakil Bupati Sarolangun, saat jumpa pers mengatakan, bahwa korban yang terluka akan ditangung biaya pengbatannya, dan operasi PETI Siginjai sementara dihentikan.

"Dan keluarga korban yang meninggal jika akan meminta visum ulang kita akan bantu biayai. Kami turut berduka cita dengan kejadian ini, dan kita berharap masyarakat untuk selalu bisa menahan diri," harapnya.

Kapolda Jambi, Brigjen Satria Hari Prasetya yang turun ke lokasi menyayangkan jatuhnya korban jiwa. Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap operasi PETI Siginjai yang sedang dilakukan ini. "Kita tidak menghendaki ada korban jatuh. Namun yang jelas kita akan mengevaluasi operasi ini," ujarnya.

Terkait dengan jatuhnya korban jiwa, ujar kapolda, pihaknya akan mengusutnya. Selain itu kapolda juga akan melakukan tindakan tegas kepada para pemilik dan juga pemodal dompeng di Sarolangun.

"Kita akan usut tuntas, dan kita juga akan menindak tegas para pemilik dan juga pemodal PETI di Sarolangun," tegasnya.
Pasukan yang ada masih tetap dikumpulkan di satu titik di Polsek Limun, dan belum ada penambahan. Pihaknya berharap agar situasi tetap aman dan kondusif.

Pantuan di Rumah Sakit Sarolangun kemarin, satu korban tewas dalam aksi bentrokan atas nama Sepriyadi (16) divisum. Pihak keluarga meminta agar kasusnya diselesaikan secara hukum.

Peristiwa meninggalnya satu anggota Brimob Polda Jambi dan dua warga ketika bentrok dalam razia PETI di Dusun Manggadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Sarolangun menuai keprihatinan banyak kalangan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved