Selasa, 28 April 2026

Tiga Tahun Sri Tidur Sambil Duduk, Perutnya Membesar

"Kalau bernafas ngos-ngosan, bahkan kadang sesak," tuturnya ditemui di rumahnya, Jumat (8/11).

Tayang:

Penderitaan Sri ini sepertinya komplek. Tak hanya penyakit tumor yang menggeroti tubuhnya namun kondisi ekonominya juga demikian.

Seperti rumah yang ditempati itu hanya berukuran 3 x 6 m2 dengan tinggi 2,5 meter. Sementara dindingnya hanya gedek, dengan lantai tanah. Itu berada di tegalan sehingga kalau datang ke rumah dia harus jalan kaki.

Sehari-hari, suaminya, Munduk hanya lah buruh tani, dengan penghasilan Rp 15 ribu sanpai Rp 30 ribu per hari.

"Jangankan buat berobat, buat makan saja susah. Selama ini kami juga tak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah," akunya.

Diceritakan Sri, awal mula penyakit yang dideritanya itu pada awal tahun 2010 lalu.

Saat itu, ia hamil pertama kali namun keguguran. Sehabis keguguran itu sebenarnya oleh bidan, sudah disarankan agar dikiret. Namun karena tak punya biaya sehingga tak dilakukan. Lama kemalamaan, perutnya merasa gatal-gatal dan agak nyeri.

Namun tak dirasakan karena dianggap hanya gatal biasa atau dikira belum mandi. Beberapa bulan kemudian, ia kaget karena muncul benjolan kecil di perutnya.

Semula, ia mengira hamil kembali sehingga diperiksakan ke bidan setempat. Ternyata, kata
bidan, ia tak hamil.

"Katanya, itu penyakit dan harus dioperasi. Saya kaget namun karena tak punya uang ya saya biarkan saja hingga lama kelamaaan tambah besar seperti ini," tuturnya yang mengaku tak punya harapan apa-apa kecuali ada bantuan dari pemerintah.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Tags
Blitar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved