Jumat, 17 April 2026

Anggota Viking Klaten Luka Bakar Terkena Lemparan Molotov

Triyanto (22), warga Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten.

TRIBUNJOGJA.COM | OBED DONI ARDIANTO
Empat dari tujuh suporter yang melakukan pelemparan bom molotov terhadap suporter club sepakbola lainnya, berada ditahan di Mapolres Klaten. Sedangkan tiga sisanya yang bawah umur, masih dalam pemeriksaan dan pembinaan (2) 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Obed Doni Ardianto

TRIBUNNEWS.COM – Triyanto (22), warga Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten. Tubuhnya mengalami luka bakar hingga 45 persen. Meliputi luka dibagian wajah, tangan, dan kaki. Luka itu disebabkan oleh lemparan bom molotov dari suporter klub sepakbola, sekitar pukul 23.40 WIB, Rabu (22/1/2014).

“Korban merupakan suporter dari sebuah klub sepakbola yang dilempar molotov oleh suporter klub lain yang melakukan balas dendam,” jelas Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Danu Pamungkas, di Klaten, Kamis (23/1/2014).

Polres Klaten langsung menindak lanjuti laporan warga yang melihat kejadian tersebut, kemudian melakukan penangkapan terhadap para pelaku. Akhirnya tujuh orang pelaku diamankan di Mapolres Klaten, dan tiga diantaranya merupakan anak-anak dibawah umur. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku telah melakukan perencanaan sebelumnya.

Berdasarkan keterangan dari para pelaku pelempar molotov, diketahui bahwa aksi itu merupakan buntut dari kejadian pada 10 Januari lalu. Saat itu, seorang tersangka pelempar molotov ini, dikeroyok oleh kelompok suporter sepak bola Persib Bandung yang ada di Klaten, yakni Viking Klaten. Dan kali ini, korban pengeroyokan itu melakukan balas dendam.

Kejadian tersebut berawal ketika, korban bersama 28 rekan sesama pendukung Persib Bandung dalam perjalanan pulang dari menyaksikan pertandingan sepakbola di Stadion Manahan Solo, dengan menggunakan truk. Namun sesampai di depan SMK Kristen I Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, dua sepeda motor yang masing-masing dikendarai tiga orang lalu mengapit truk tersebut dari sisi kanan dan kiri.

Para pengendara motor tersebut langsung melempari korban dan teman-temannya dengan bom molotov berisi bensin dan daun salam. Salah satu pelaku mengenakan jaket Persija. Dari para suporter yang berada di bak truk, salah satunya terkena bom molotov dan terluka bakar. Korban kemudian dibawa ke Poliklinik Umum Mitra Medika Klaten, untuk selanjutnya dirujuk ke RSI Klaten.

“Mereka terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun,” tandas Kapolres Klaten, AKBP Nazirwan Adjie Wibowo.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved