Kamis, 9 April 2026

Di Tahanan, Mantan Wagub Sumsel dan Bupati OKU Tidur di Ubin

Kamar tahanan tergolong sempit. Ukuran lebih kurang 2 meter x 4 meter. Eddy sekamar dengan empat tahanan lain

Editor: Hendra Gunawan
Tribun Sumsel/ABRIANSYAH LIBERTO
Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Yulius Nawawi (kanan, baju putih garis-garis) bersama mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Eddy Yusuf (kiri, baju hitam) digiring keluar ruangan pemeriksaan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk dibawa ke Rutan Pakjo, Palembang, Rabu (19/2/2014). Setelah pemeriksaan berkas yang dilimpahkan penyidik Tipikor Polda Sumsel ke Kejati Sumsel, dua tersangka kasus dana bansos tahun 2008 lalu tersebut langsung dibawa ke Rutan Klas 1 Palembang untuk ditahan selama 20 hari. TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Mantan Wagub Sumsel Eddy Yusuf dan Bupati OKU Yulius Nawawi, tersangka kasus korupsi dana Bansos OKU, harus merasakan dinginnya ubin sel ruang masa pengenalan lingkungan (mapenaling) di Rutan Klas I Pakjo Palembang.

Kepala Rutan Yulius Sahruza melalui Kasi Pelayanan David Rosehan dan Tri Purnomo Kepala Keamanan Rutan menegaskan tidak ada perlakuan khusus untuk keduanya.

"Di dalam ruangan itu ada enam kamar yang telah diberi sekat. Untuk keduanya juga dicampur dengan tahanan pidana umum dan narkoba yang baru masuk. Memang antara Eddy dan Yulius berada di ruangan yang terpisah," ujar Tri, Kamis (20/2).

Kamar tahanan tergolong sempit. Ukuran lebih kurang 2 meter x 4 meter. Eddy sekamar dengan empat tahanan lain. Sedangkan Yulius dengan tiga tahanan.

Di dalam kamar tahanan itu, Eddy dan Yulius tidur di ubin. Ubin ini 'ranjang' semen berlapis keramik. Posisinya lebih tinggi dari lantai.

Ada satu ruang MCK tanpa pintu di dalam kamar tahanan tersebut untuk dipakai bersama. Letaknya pas di ujung ubin, hanya dipisahkan dinding setinggi kisaran 1,5 meter. Jadi, jika tahanan berdiri di WC, kepalanya terlihat dari ruangan itu.

David mengatakan, tahanan boleh membawa selimut atau sarung dan beberapa helai pakaian ganti. Juga boleh membawa makanan ringan seperti roti atau makanan ringan lainnya.

Sedangkan untuk makan sehari-hari sudah disiapkan dari rutan sesuai dengan menu harian. "Menu hari ini kalau tidak salah, telur, itu untuk menu. Sedangkan jika ingin keluar untuk salat diperbolehkan, tetapi hanya untuk salat Zuhur dan Ashar saja. Karena masih dalam pengenalan, sekarang ini masih di dalam ruangan mapenaling," kata David.

Rutan tidak memperbolehkan wartawan masuk ke ruang tahanan itu. Namun, Tribun Sumsel sempat mengamati ruangan itu dari CCTV di ruang Kepala Keamanan Rutan.

David mengabarkan, kondisi Eddy dan Yulius dalam keadaan sehat dan tidak mengeluh. Kondisi kesehatan keduanya telah diperiksa tim medis sebelum masuk ke dalam ruangan mapenaling.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan, ternyata Eddy mengidap penyakit gejala jantung dan diabetes. Sedangkan untuk Yulius sehat dalam keadaan sehat.

Hanya saja, dari keterangan dokter rutan, kondisi psikis Yulius Nawawi mengalami syok setelah dibawa dari Kejati Sumsel.

"Untuk Eddy sudah ada yang membesuk dari keluarga, tetapi setahu kami untuk istrinya belum kelihatan membesuk. Tetapi untuk Yulius dari keluarga bahkan istrinya sejak diantarkan ke sini sudah membesuk, termasuk hari ini (kemarin, Red). Kelihatannya dari laporan yang ada, memang istri Yulius juga terpukul dan sering menangis ketika bertemu suaminya," pungkas David.

Pantauan Tribun di Rutan Klas I Pakjo Palembang, sejak pagi keduanya tidak henti mendapat kunjungan dari keluarga, kerabat, dan sahabat.

Rumialis, istri Yulius Nawawi, datang bersama keluarganya dengan mengendarai mobil Pajero Sport warna hitan nopol BG 1701 ZX.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Tags
Eddy Yusuf
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved