Janda Dianiaya Pendeta karena Dituduh Berselingkuh dengan Ayah Mertua
Budaya patriarki yang masih lekat pada masyarakat Indonesia, masih menjadi aral bagi perempuan yang berstatus janda.
Laporan Wartawan Sriwijaya Post Andi Wijaya
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Budaya patriarki yang masih lekat dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia, tampaknya masih menjadi aral bagi perempuan yang berstatus janda.
Betapa tidak, tak sedikit kaum janda yang distigma negatif, bahkan jadi korban penganiayaan. Itu seperti yang dirasakan Rike Farida (45), warga Jalan Majapahit Rt 02/03, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan.
Rieke mengaku di keroyok dan difitnah oleh adik almarhum suaminya. Adik iparnya, memfitnah Rieke berselingkuh dengan sang mertua sepeninggal si suami.
Merasa tak pernah melakukan hal yang dituduhkan, Rike mengadu ke Polresta Palembang, Kamis (3/4/2014). Di hadapan petugas Rike menuturkan, kejadian yang dialami tersebut terjadi pada Jumat (28/3/2014).
Kala itu, kata Rieke, ia dikeroyok oleh keluarga besar almarhum suami karena dituduh telah berselingkuh dengan ayah mertuanya.
"Saat kejadian, saya datang ke rumah keluarga di Poligon, tempat mertua saya. Lalu, adik suami saya yang merupakan pendeta itu tanpa ada masalah langsung marah-marah, dan mengeroyok saya bersama ipar yang lain," kata Rieke.
Ia mengatakn, perlakuan hina ini dilakukan pelaku di hadapan anak-anaknya yang masih bersekolah. Padahal, hal itu tak patut dilihat dan didengar anak-anak.
Seteleh marah-marah tanpa sebab, pelaku lalu memukul dirinya dengan botol dan tangan kosong.
"Untuk menindaklanjuti laporan akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi. Korban sendiri sudah divisum," kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Komisaris Djoko Julianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140404_144608_janda-dianiaya-pendeta.jpg)