Jumat, 17 April 2026

Pemkab Kulonprogo Gelontorkan Rp 7 Miliar untuk Gotong Royong

Anggaran untuk gotong royong dan padat karya meningkat hingga Rp 7 milyar.

Editor: Sugiyarto
Tribun Jabar/Deddi Rustandi
Gotong royong nambal jalan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Anggaran untuk kegiatan gotong royong dan padat karya di Kulonprogo mengalami peningakatan signifikan dari tahun ke tahun.

Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap besarnya anggaran tersebut bisa meningkatkan budaya gotong royong masyarakat untuk menekan angka kemiskinan.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, anggaran untuk gotong royong dan padat karya pada 2012 tidak sampai menghabiskan dana Rp 500 juta. Namun, pada 2013 sampai 2014, anggaran yang dikucurkan meningkat hingga Rp 7 milyar.

Bahkan, untuk wilayah kecamatan Pengasih saja, alokasi dana gotong royong dan padat karyanya mencapai Rp 950 juta.

“Gotong royong berperan dalam pengentasan kemiskinan. Angka kemiskinan di Kulonprogo sekarang ini mencapai 23,3% atau turun sekitar 0,3% dibanding periode 2011-2012.

Sama halnya dnean penurunan angka kemiskinan di DIY,” kata Hasto dalam pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-11 di Balai Desa Sidomulyo, Pengasih, Rabu (14/5/2014).

Menurutnya, gotong royong sudah menjadi budaya Indonesia yang mendorong kemajuan warga. Program gotong rotong dapat menyasar beberapa bidang dalam usaha pemberdayaan desa.

Di antaranya bidang kemasyarakatan, bidang ekonomi dengan menguatkan peran koperasi dan UMKM serta pengentasan kemiskinan.

Lalu bidang sosial budaya dan agama serta peningkatan sarana prasarna fisik seperti konservasi, kegiatan perumahan dan efisiensi lahan kritis.

Hasto menambahkan, Anggaran APBD dimungkinan dapat turun tiga kali lipat jika program gotong royong dapat dioptimalkan. Dengan begitu, penghematan APBD akan lebih banyak jika pekerjaan pembangunan diborongkan.

“Gotong royong melalui desa ini tidak ada upah dalam penyelenggaraannya. Tapi hasilnya lebih bagus dari garapan pemborong,” imbuh Hasto. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved