Rabu, 15 April 2026

Anggota Dewan Protes, Dianggarkan Rp 42 Juta Jasnya Kekecilan

Pengerjaan pakaian berupa jas tersebut dinilai asal-asalan dan tidak sesuai dengan anggaran yang disediakan.

Editor: Hasanudin Aco
NET
Suasana Pelantikan anggota DPRD Luwu Timur 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Pengadaan Pakaian Sipil Resmi (PSR) bagi anggota dewan oleh sekretariat dewan banyak mendapatkan keluhan dari wakil rakyat DPRD Gunungkidul, provinsi Yogyakarta.

Pengerjaan pakaian berupa jas tersebut dinilai asal-asalan dan tidak sesuai dengan anggaran yang disediakan.

Untuk pengadaam seragam ini, sekretariat dewan merogoh anggaran sebesar Rp 42.750.000.

Namun anggaran sebesar itu ternyata tidak menjamin kualitas seragam yang dipesan.

Tiga anggota dewan terpaksa mengembalikan seragam karena ukurannya kekecilan.

Selain itu, juga proses penjahitan seragam terkesan asal-asalan karena di bagian masih ada bekas benang yang belum dibersihkan.

Akibatnya, jahitan jas yang rencananya akan digunakan untuk pakaian resmi sidang paripurna tersebut terlihat tidak sempurna.

Salah seorang anggota dewan yang mengeluh terhadap kualitas jahitan PSR adalah Desiyanti.

Politisi PDIP ini terpaksa mengembalikan pakaian jas yang diberikan oleh sekretariat dewan karena ukurannya kekecilan.

"Bagian lengannya tidak muat. Padahal kemarin sudah diukur, bahkan saya sempat membawa contoh pakaian milik saya yang sudah jadi. Tapi tetap saja masih kekecilan," katanya, Selasa(2/9/2014).

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved