Rabu, 15 April 2026

Pelaku UMKM Kota Medan ‘Menjerit’ Kerap Biarpet Harus Beli Genset

Pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dianggap teramat buruk. Biarpet belum juga mampu diatasi.

Editor: Budi Prasetyo
Tribunnews/Herudin
Instalasi listrik di Gardu Induk PLN Karet Baru, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2014). DKI Jakarta mengonsumsi listrik sebesar 9.000 MW, dari total beban puncak listrik area Jawa-Bali sebesar 23.400 MW. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNEWS.COM.MEDAN,  - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Medan mengeluhkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1 September.

Kenaikan bertahap ini dinilai belum tepat. Pasalnya, pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dianggap teramat buruk. Biarpet belum juga mampu diatasi.

Sisi teknis lainnya, pelaku usaha mau tidak mau mengeluarkan ongkos tambahan untuk biaya produksi. Bagi usahawan skala kecil menengah kondisi ini sungguh memberatkan.

Wati, pemilik usaha pembuatan seragam sekolah di Jalan Gatot Subroto Medan  menuturkan sudah mengeluarkan dana tambahan yang cukup signifikan. Usaha yang digelutinya sangat bertumpu pada penggunaan listrik.

"Bagi kami pengusaha apalagi pengusaha pakaian yang untuk membuat pakaian menggunakan mesin jahit dan harus pakai listrik hal itu sangat memberatkan pastinya," ujarnya saat berbincang dengan Tribun, Minggu (7/9).

Parahnya lagi, intensitas tinggi pemadaman bergilir mengharuskannya membeli genset. "TDL naik tapi kinerja PLN makin buruk. Belum lagi mati lampu setiap hari. Itu sangat merugikan dan membebankan kami sebagai pelaku usaha kecil. Kami tidak mungkin menaikan harga barang karena pelanggan dan pembeli pasti pada kabur," ungkapnya.

"Kalau ada kenaikan, seperti kenaikan TDL ini. Tentu, sebagai pelaku usaha kecil kita sangat terbebani. Bukan nggak mungkin saya bisa bangkrut," timpal Putra, pemilik usaha percetakan di Jalan Setia Budi, Medan.

Putra menuturkan kenaikan TDL mengharuskan pelaku usaha mengalihkan biaya produksi ke harga jual produk. Jika tidak, usaha yang dijalankan bisa gulung tikar alias bangkrut cepat. Di sisi lain, jika harga jual dinaikkan maka produsen akan semakin berkurang. Otomatis, omzet pun berkurang. (cr3)

Sumber: Tribun Medan
Tags
Medan
PLN
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved