Rabu, 29 April 2026

Jambret Bonceng Tiga Ini Terjatuh Saat Serempetan dengan Motor Korban

aksi jambretnya mereka gagal setelah sepeda motor Honda Revo yang mereka kendarai bertiga terjungkal akibat berserempetan dengan motor korban

Tayang:
Editor: Sugiyarto
sripo/sugih
Nepri (kanan) dan Rian (kiri) tersangka penjambretan saat diamankan di Polsekta IT I Palembang, Rabu (17/9) 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Demi melancarkan aksi kejahatannya, Nepriandi (17), beserta kedua rekannya Riandi (16) dan Andre (DPO), rela membuntuti korbannya dari jarak jauh.

Namun sial, meskipun sudah lama melakukan pembuntutan, aksi jambretnya tersebut masih saja gagal setelah sepeda motor Honda Revo BG 6306 RJ yang mereka kendarai bertiga terjungkal akibat berserempetan dengan korbannya.

Diceritakan tersangka Andre yang tercatat sebagai warga Jalan Sukawinatan Lorong Generasi Rt 52 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang ini, aksi tersebut mereka lakukan di Jalan Veteran persisnya di depan Auto 2000, Rabu (17/9) pukul 01.00 dini hari.

"Sebelum melakukan eksekusi, kami itu sudah membuntuti dan mengincar korban dari simpang lima PS. Setelah dirasa aman, Rian langsung menjalankan tugasnya namun sial, setelah berhasil menguasai tas korban dan hendak membawanya kabur, Andre yang sebagai Joki tidak mampu menyeimbangkan motor sehingga kami semua terjatuh," jelas bujang tamatan SD tersebut saat diamankan di Polsekta IT I Palembang.

Melihat hal itu, korban yang diketahui bernama Marleni (20) langsung berteriak dan warga yang ada di lokasi saat itu terus berdatangan menangkap mereka termasuk seorang Satpam di salah satu hotel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian juga ikut menangkapnya.

"Setelah berhasil ditangkap dan diamankan oleh Satpam tersebut, Andre berhasil melarikan diri dengan cara berlari ke arah Pusri. Sementara kami berdua langsung diserahkan ke Polisi," kata bujang penganguran itu.

Sementara Rian yang merupakan tetangga Nepri juga menuturkan, awalnya mereka bertiga itu tidak ada niat untuk menjambret namun saat di simpang lima PS, tiba-tiba muncul ide dari Andre mengajak menjambret.

"Kami keluar dari rumah pukul 22.00 dan rencananya kami itu hanya akan berjalan-jalan ke Jakabaring. Tapi saat hendak pulang sekitar pukul 00.00, kami menyempatkan diri untuk lewat Jalan Merdeka dan tembus di simpang lima PS terus melihat korban tersebut," jelasnya.

Terpisah, korban yang tercatat sebagai warga Jalan Sultan Agung Lorong Lebak Rt 10/4 Kelurahan I Ilir Palembang saat membuat laporan menjelaskan, malam itu ia dan seorang rekannya yang berboncengan hendak pulang usai bekerja di Alfamar Letkol Iskandar.

"Saat di lokasi kejadian, tiba-tiba pelaku dari sebelah kanan langsung menarik tas milik saya yang tengah saya pangku. Karena kagek kami semua terjatuh setelah sempat berserempatan dengan motor pelaku," jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, ia dan rekannya tersebut pulang lebih malam karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Setelah selesai, kemudian mereka langsung pulang lewat Jalan Radial.

"Saat itu kami tidak merasa telah dibuntuti sama pelaku. Setahu saya, pokoknya pelaku itu tiba-tiba langsung menarik tas saya dan kami terjatuh," terangnya.

Kapolsekta IT I Palembang, Kompol Afria Jaya didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hamsal menjelaskan, tersangka diamankan lantaran tertangkap tangan oleh warga melakukan aksi penjambretan namun salah seorang rekan tersangka berhasil melarikan diri dari sergapan warga.

"Dari tangan tersangka, berhasil diamankan barang bukti berupa sebuah tas sandang berwarna coklat berisi handphone blackberry milik korban serta satu unit sepeda motor Honda Revo yang digunakan tersangka untuk melakukan kejahatannya. Atas perbuatannya tersebut, tersangka akan kita jerat pasal 365 KUHP," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved