Renovasi Keraton Yogja Ditunda Tahun Depan
"Tapi ditunda dan akan dianggarkan kembali tahun depan. Konstruksi nggak mungkin digarap tahun ini, sudah mepet," kata
Bangsal Kencono merupakan balairung utama istana. Di tempat ini dilaksanakan berbagai upacara untuk keluarga kerajaan di samping untuk upacara kenegaraan.
Di sebelah barat bangsal Kencana terdapat nDalem Ageng Proboyakso yang menghadap ke selatan.
Bangunan yang berdinding kayu ini merupakan pusat dari Istana secara keseluruhan. Di dalamnya disemayamkan Pusaka Kerajaan (Royal Heirlooms), Tahta Sultan, dan Lambang-lambang Kerajaan (Regalia) lainnya.
Lebih parahnya, dua bangunan Keraton itu juga sempat terselimuti abu vulkanik Kelud, Februari 2014. Padahal, abu vulkanik juga berisiko melapukkan kayu serta menyebabkan korosi pada logam.
Bangunan Pura Pakualaman pun kondisinya sama saja. Dilihat sepintas masih baik, tapi jika diketuk, kayu-kayunya ternyata keropos.
Saat tingalan dalem ke-78 KGPAA Pakualam IX, pagar pembatas di samping Pendopo Pura Pakualaman bahkan roboh karena banyaknya tamu yang berada di sekitar Pendopo.
Istana PA IX itu juga hanya berlantaikan ubin abu-abu.
Berbeda dengan Bangsal Kencana Keraton yang sudah berlantaikan marmer seluruhnya.
"Makanya lantai Pura juga akan dimarmer semua, biar lebih bagus. Untuk mengangkat tahta dan kedudukan Pura," tutur Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhaningrat.
Selebihnya, masih diteliti tim perencanaan soal sisi mana saja yang harus diperbaiki.
Libatkan Abdi Dalem Sebagai Pelaksana Konstruksi
Terkait masalah sulitnya mencari kontraktor pelaksana perbaikan Keraton dan Pura, Gusti Yuda mewacanakan pelibatan para abdi dalem sebagai pekerja konstruksi.
Para abdi dalem ini dianggap lebih menguasai seluk beluk Keraton. Khususnya untuk detail simbol-simbol dalam setiap bangunannya.
Dengan demikian, bisa menghindari kesalahan konstruksi yang bisa merusak nilai budaya Keraton dan Pura.
"Misalnya masalah paukiran, abdi dalem akan dilibatkan. Kan mereka lebih paham," kata Gusti Yuda. Tercatat, ada sekitar 2.000 abdi dalem di Keraton Kasultanan Yogyakarta dan sekitar 500 abdi dalem di Pura Pakualaman.
Kendati akan melibatkan abdi dalem, tapi kontraktor pelaksa tetap harus menyediakan tenaga ahli BCB saat proses konstruksinya.
Itu merupakan syarat mutlak dalam lelang konstruksi BCB.
"Tetap harus ada tenaga ahli sesuai kualifikasi," tegas Gusti Yuda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140528_084156_pakaian-adat-jawa.jpg)